Rumah Warga di Kelurahan Letung Hangus Terbakar Saat Penghuninya Tertidur Pulas
ANAMBAS (Sempadanpos.com) – Musibah kebakaran menimpa satu unit rumah warga di Kampung Sejungkung RT 03 RW 05, Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, pada Minggu (26/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Rumah yang terbakar merupakan milik Hengki (43), warga Sejungkung. Saat kejadian, di rumah tersebut hanya ada istrinya Amaliana (39) bersama tiga orang anak mereka yang masing-masing berusia 15, 10, dan 8 tahun.
Menurut keterangan Amaliana, kebakaran terjadi ketika mereka sedang tertidur lelap.
“Kami lagi tidur, tiba-tiba lampu mati. Saya kira mati lampu biasa. Karena suami saya sedang tidak di rumah — menunggu pelantikan PPPK di kabupaten — saya pun terbangun dan menyalakan senter HP. Rupanya rumah sudah penuh asap,” ujarnya.
Amaliana segera bergegas menuju kamar anak-anak. Saat membuka pintu, api sudah membesar di kamar tersebut.
“Biasanya ketiga anak saya tidur di kamar itu, tapi malam itu dua anak tidur bersama saya. Anak saya yang SMA tidur sendiri di kamar itu. Alhamdulillah saya cepat sadar dan berhasil menyelamatkan dia sebelum api makin besar,” tuturnya haru.
Warga sekitar yang menyadari kejadian tersebut segera berdatangan membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta. Sejumlah barang berharga milik korban hangus terbakar, di antaranya pakaian, perlengkapan sekolah anak, buku pelajaran, uang tabungan, dua kasur, televisi, tiga lemari, serta satu kamar anak.
Kapolsek Jemaja bersama tim BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas turun langsung ke lokasi kejadian pada pagi harinya untuk melakukan pendataan dan penyisiran sisa puing kebakaran.
Ketua RT setempat, Junizar, membenarkan kejadian tersebut.
“Kebakaran terjadi sekitar jam 3 subuh. Saat saya bangun, warga sudah ramai membantu memadamkan api. Sekitar 30 menit kemudian api padam. Kamar anaknya yang terbakar, alhamdulillah anaknya bisa diselamatkan,” ujarnya.
Junizar juga menambahkan bahwa pihak RT bersama warga akan menggalang bantuan sukarela untuk membantu keluarga korban.
Sementara itu, Amaliana menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh anggota keluarga selamat, meski mereka kini kehilangan hampir seluruh harta benda.
“Alhamdulillah anak saya selamat. Tapi semua pakaian dan perlengkapan sekolah habis terbakar. Harapan saya semoga ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban kami, karena anak-anak besok tidak punya pakaian sekolah lagi,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing.
Masyarakat sekitar berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah serta pihak terkait, agar keluarga Hengki dapat segera mendapatkan bantuan darurat untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan sekolah anak-anak mereka.
(Alex / Sempadanpos.com)











