H-1 Penanaman Mangrove, KJK Kepri Pastikan Kesiapan Lokasi di Sungai Tiram

BINTAN (Sempadanpos.com) – Sehari menjelang aksi penanaman mangrove yang akan melibatkan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Komunitas Jurnalis Kepri (KJK Kepri) melakukan peninjauan langsung ke kawasan Sungai Tiram, Desa Penaga, Kabupaten Bintan, Sabtu (7/2/2026).

 

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan lokasi sekaligus mematangkan teknis pelaksanaan penanaman mangrove yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/2/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

 

Di bawah terik matahari pesisir, jajaran pengurus KJK Kepri bersama perwakilan masyarakat setempat menyusuri area bekas tambak yang selama bertahun-tahun terbengkalai. Kawasan seluas sekitar 100 hektare ini diketahui menjadi titik rawan abrasi akibat rusaknya ekosistem mangrove sejak aktivitas tambak ditinggalkan pada 2010 silam.

 

Ketua Umum KJK Kepri, Ady Indra Pawennari, mengatakan peninjauan ini merupakan bagian penting untuk memastikan kegiatan penanaman tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan benar-benar memberi dampak nyata bagi pemulihan lingkungan pesisir.

 

“Kami ingin memastikan penanaman besok berjalan sesuai rencana dan selaras dengan kondisi lapangan. Ini bukan kegiatan simbolik, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan yang telah lama diperjuangkan masyarakat di sini,” ujar Ady di sela-sela peninjauan.

 

Dalam kegiatan tersebut, KJK Kepri juga berkoordinasi dengan warga terkait penentuan titik-titik penanaman, jenis bibit mangrove yang akan digunakan, serta pola penanaman agar sesuai dengan karakter perairan Sungai Tiram. Aksi penanaman ini dirancang sejalan dengan program nasional Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) dari Kementerian Kehutanan.

 

Peninjauan H-1 ini sekaligus menegaskan peran KJK Kepri yang tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga bagian dari gerakan sosial dan lingkungan. Dari ruang redaksi hingga kawasan pesisir, jurnalis Kepri berupaya menjembatani isu lokal dengan perhatian nasional.

 

Aksi penanaman mangrove di Sungai Tiram diharapkan menjadi momentum penting, tidak hanya bagi pemulihan ekosistem pesisir Bintan, tetapi juga bagi peran pers dalam mendorong perubahan nyata di tengah masyarakat. (dwi)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights