Tolak Mobil Dinas Rp1,5 Miliar, Bupati Aneng: Utamakan Kepentingan Rakyat
ANAMBAS (Sempadanpos.com) – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, memilih menolak rencana pengadaan mobil dinas baru senilai Rp1,5 miliar. Keputusan tersebut disampaikan langsung sebagai bentuk komitmen dalam mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding fasilitas jabatan.
Menurut Aneng, sejak awal dipercaya memimpin Kabupaten Kepulauan Anambas, dirinya selalu menempatkan jabatan sebagai amanah dan tanggung jawab untuk melayani masyarakat, bukan untuk menikmati kemewahan ataupun fasilitas berlebihan.
“Setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat harus dipertanggungjawabkan kembali kepada rakyat,” ujar Aneng.
Ia menilai pengadaan kendaraan dinas baru dengan nilai fantastis tersebut bukanlah kebutuhan mendesak bagi masyarakat Anambas saat ini. Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan daerah, Aneng merasa anggaran sebesar itu lebih tepat dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
“Saya teringat masih ada jalan yang perlu diperbaiki, fasilitas umum yang membutuhkan perhatian, pelayanan kesehatan yang harus ditingkatkan, pendidikan yang perlu dibenahi, dan peluang ekonomi masyarakat yang harus diperluas,” katanya.
Aneng menegaskan dirinya tidak keberatan menggunakan kendaraan dinas yang sudah ada. Bahkan, jika harus menggunakan sepeda motor demi menjangkau masyarakat di lapangan, dirinya mengaku siap melakukannya.
“Bagi saya kendaraan hanyalah alat. Yang terpenting adalah tujuan dan manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Bupati Aneng juga menyampaikan bahwa dirinya lahir dan tumbuh dari kehidupan sederhana sehingga memahami harapan masyarakat terhadap pembangunan daerah. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ia percaya masyarakat tidak menilai seorang pemimpin dari kendaraan yang digunakan, melainkan dari keberanian mengambil keputusan yang pro rakyat, kesungguhan bekerja, serta hasil pembangunan yang nyata dirasakan masyarakat.
“Menjadi Bupati Anambas adalah kehormatan besar bagi saya. Kehormatan itu bukan karena kendaraan yang mahal, tetapi ketika mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan menggunakan anggaran daerah secara bijaksana,” tegasnya.
Aneng menambahkan, penolakan pengadaan mobil dinas tersebut bukan untuk mencari pujian ataupun popularitas. Namun sebagai contoh bahwa pemerintah harus memulai efisiensi dan kesederhanaan dari diri sendiri.
“Saya ingin dikenang bukan karena mobil dinas yang saya gunakan, tetapi karena keputusan-keputusan yang memberi manfaat bagi masyarakat Anambas,” tutupnya. (Dwi)










