Diduga Gelapkan Honor Staf, Oknum Lurah di Tanjungpinang Timur Disorot Warga dan Diminta Dievaluasi
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)– Dugaan tindakan tidak patut yang dilakukan seorang lurah di salah satu kelurahan di Kecamatan Tanjungpinang Timur menjadi sorotan. Oknum lurah berinisial Sd tersebut diduga menggelapkan honorarium staf dari kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang hingga kini belum dibayarkan, Rabu (1/4/26).
Berdasarkan keterangan salah seorang staf kelurahan yang enggan disebutkan namanya, setiap staf seharusnya menerima honor sebesar Rp60 ribu dari kegiatan tersebut. Namun, hingga saat ini honor tersebut belum juga diberikan.
“Meskipun nilainya tidak besar, itu tetap hak kami. Seharusnya diberikan, bukan diambil tanpa kejelasan,” ujarnya baru-baru ini.
Selain dugaan penggelapan honor, oknum lurah tersebut juga dinilai memiliki sikap tertutup dan kurang menghargai bawahannya. Bahkan, staf mengaku lurah tersebut jarang berada di kantor, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu.
Keluhan juga datang dari warga yang mengaku kesulitan saat mengurus administrasi kependudukan akibat minimnya kehadiran dan perhatian dari lurah bersangkutan.
Tak hanya itu, aset kantor kelurahan seperti terali besi jendela dilaporkan hilang dan diduga dibawa atau dijual tanpa kejelasan.
Menanggapi hal tersebut, masyarakat meminta Wali Kota Lis Darmansyah segera mengambil tindakan tegas terhadap bawahannya tersebut, mengingat banyaknya keluhan yang dirasakan warga.
Sementara itu, tokoh pemuda Tanjungpinang, Ramadhan, mengecam keras dugaan sikap tidak profesional tersebut. Ia menilai seorang lurah seharusnya mampu menjadi pelayan masyarakat, bukan sebaliknya.
“Sebagai pejabat yang digaji dari uang rakyat, sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik. Jika kinerjanya buruk, perlu dilakukan evaluasi, bahkan pergantian jabatan bila diperlukan,” tegasnya.
Ramadhan juga mendesak pihak Inspektorat Kota Tanjungpinang untuk segera memanggil dan memeriksa lurah yang bersangkutan terkait dugaan penggelapan honor dan hilangnya aset kantor.
Hingga berita ini diturunkan, lurah berinisial Sd tersebut belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait berbagai tudingan tersebut.(red)











