Driver Ojol Maxim di Tanjungpinang Demo Tuntut Penyesuaian Tarif Sesuai SK Gubernur

TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) Maxim yang tergabung dalam Persatuan Driver Tanjungpinang (PDT) menggelar aksi demonstrasi di Kota Tanjungpinang, Senin (11/5/2026).

Dalam aksi tersebut, para driver menuntut penyesuaian tarif angkutan sesuai ketentuan yang tertuang dalam SK Gubernur Kepulauan Riau Nomor 118 Pasal 22 Ayat 2.

Aksi yang diikuti sekitar 80 orang itu dipimpin Hence S. Hasibuan. Massa mulai berkumpul di pelataran Tugu Sirih sekitar pukul 09.15 WIB sebelum bergerak menuju Kantor Cabang Maxim Tanjungpinang di Jalan Bakar Batu.

Para peserta aksi melakukan konvoi menggunakan sekitar 50 kendaraan roda dua dan roda empat. Mereka juga membawa mobil komando, pengeras suara, serta berbagai spanduk dan baliho berisi tuntutan kepada pihak aplikator.

Sejumlah tulisan tampak dibentangkan dalam aksi tersebut, di antaranya bertuliskan “Sesuaikan Tarif Angkutan”, “Aplikator Maxim Langgar Hasil RDP”, dan “Kami Bukan Budak”.

Ketua ASK JDPT, Jhony Mulyadi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan para driver untuk mendapatkan hak yang dinilai belum dipenuhi oleh pihak aplikator.

“Kami hanya meminta tarif disesuaikan sesuai aturan yang berlaku. Saat ini pendapatan driver semakin kecil, sementara kebutuhan hidup terus meningkat,” ujar Jhony saat menyampaikan orasi.

Hal senada disampaikan Ketua Komando EKA, Putra Yusa. Ia menilai kebijakan yang diterapkan aplikator masih merugikan driver, meskipun persoalan tersebut sebelumnya telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Kepri pada April 2026 lalu.

Menurut Putra, para pengemudi berharap hasil RDP tersebut segera direalisasikan sehingga ada kepastian terkait tarif dan kesejahteraan driver online di Tanjungpinang.

Sementara itu, Ketua JPDT Rio Mulyandri menyebut kondisi para driver online saat ini cukup memprihatinkan karena biaya operasional terus meningkat, sedangkan pendapatan justru mengalami penurunan.

“Kami ingin hasil kesepakatan bersama DPRD benar-benar dijalankan, jangan hanya menjadi pembahasan tanpa realisasi,” katanya.

Penasehat PDT, Muhammad Albar, juga mengingatkan seluruh peserta aksi agar tetap menjaga situasi aman dan tertib selama menyampaikan aspirasi.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif hingga selesai.

Para driver berharap pihak Maxim segera membuka ruang dialog dan memberikan tanggapan atas tuntutan yang telah disampaikan.(dwi)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights