Syamsuddin AT Desak Pemerintah Kaji Ulang Tikungan Patah Teluk Sebong, Sebut Sudah Terlalu Banyak Korban Jiwa
BINTAN (Sempadanpos.com) – Wakil Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bintan, Syamsuddin AT, mendesak Pemerintah Kabupaten Bintan dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau segera mengkaji ulang struktur tikungan tajam atau tikungan patah yang berada di depan Kantor Camat Teluk Sebong. Desakan tersebut disampaikan menyusul kembali terjadinya kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa di lokasi tersebut, Selasa (2/6/2026).
Menurut Syamsuddin, tikungan tersebut telah lama dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan yang kerap memakan korban. Ia menilai kondisi jalan yang menikung tajam, pandangan yang tertutup dari dua arah, serta kontur jalan yang menurun dan menanjak menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan.
“Mohon dapat kiranya dikaji ulang tikungan patah tersebut karena sudah banyak memakan korban meninggal dunia. Selain tikungannya sangat tajam, pandangan dari dua arah juga tidak terlihat dengan jelas. Ditambah lagi kondisi jalan yang menurun dan menanjak dari kedua arah,” ujar Syamsuddin.
Ia menjelaskan, pengendara yang melintas dari arah Tanjung Uban maupun Lagoi sering kali kesulitan mengantisipasi kendaraan dari arah berlawanan saat memasuki tikungan tersebut.
“Pengendara dari arah Tanjung Uban maupun Lagoi sering kaget saat sampai di tikungan itu. Jalannya patah dan pandangannya tertutup,” katanya.
Pada hari yang sama, kecelakaan kembali terjadi di lokasi tersebut. Seorang warga Perumahan Telaga Surya, Tanjung Uban, yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Lagoi meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan sebuah truk lori pengangkut tempat anak ayam yang datang dari arah Simpang Lagoi menuju Tanjung Uban.
Syamsuddin menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir sudah banyak korban jiwa berjatuhan di titik yang sama. Korbannya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja hingga pengendara dari luar daerah yang belum memahami karakteristik jalan tersebut.
“Ini bukan kecelakaan biasa. Ini sudah menjadi pola. Artinya ada yang salah dengan struktur jalannya, bukan semata-mata karena kelalaian pengendara,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta pemerintah melalui instansi terkait segera melakukan audit keselamatan jalan atau road safety audit di lokasi tersebut. Menurutnya, sejumlah langkah konkret perlu segera dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Beberapa usulan yang disampaikannya antara lain pelebaran badan jalan, pemasangan marka kejut, penambahan rambu peringatan berukuran besar, penerangan jalan umum, hingga pemasangan cermin tikungan.
“Kalau perlu tikungannya diluruskan. Kalau tidak memungkinkan, minimal dibuat lebih landai dan dilengkapi pembatas jalan yang memadai. Jangan biarkan desain jalan yang salah terus memakan korban,” ujarnya.
Selain itu, Syamsuddin juga mendorong pemasangan spanduk peringatan serta speed bump sebelum tikungan agar pengendara secara otomatis mengurangi kecepatan saat melintas.
“Langkah pencegahan jauh lebih murah dibandingkan biaya sosial yang harus ditanggung akibat kecelakaan. Nyawa tidak bisa dihitung dengan anggaran. Ketika satu nyawa melayang, ada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai. Itu luka yang tidak akan pernah benar-benar sembuh,” katanya.
Ia menegaskan, Organda Bintan siap menjadi mitra pemerintah dalam memetakan titik-titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Bintan maupun Kepulauan Riau secara umum.
Syamsuddin berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata sebelum kembali terjadi kecelakaan serupa yang menelan korban jiwa.
“Pemerintah hadir untuk melindungi rakyat. Buktikan itu melalui kebijakan yang mampu menyelamatkan nyawa masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi mengaku resah dengan kondisi tikungan tersebut. Mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar kawasan Teluk Sebong tidak lagi dikenal sebagai titik maut yang terus memakan korban di jalan raya.(red)










