Rutan Kelas I Tanjungpinang Resmikan Gereja Cahaya Mulia Kebenaran untuk Warga Binaan
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)-Rutan Kelas I Tanjungpinang secara resmi meresmikan Gereja Cahaya Mulia Kebenaran, sebuah tempat ibadah baru yang dibangun melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari CV Nagoya Modern. Peresmian ini berlangsung pada pukul 09.00 WIB, Kamis (5/12/24) dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk PLH Kanwil Kemenkumham Kaswo, Kepala Divisi Imigrasi, Kapolresta Tanjungpinang, perwakilan Koarmada 1, Dinas Pertanian Pangan, BNN, Camat Tanjungpinang Barat, Pembina Rohani, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Yan Ptamos, dalam sambutannya menyatakan bahwa pembangunan gereja ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjamin hak warga binaan dalam menjalankan ibadah, sesuai dengan sila pertama Pancasila. “Setelah optimalisasi masjid dan vihara, kini kami resmikan gereja sebagai bagian dari upaya pemulihan warga binaan secara spiritual. Ini merupakan langkah penting untuk mendekatkan mereka kepada Tuhan, masyarakat, dan dunia kerja,” ungkapnya.
Gereja Cahaya Mulia Kebenaran dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti alat musik (keyboard, gitar, bass), laptop, serta perlengkapan lainnya untuk mendukung program pembinaan kerohanian. Pembinaan dijadwalkan rutin setiap minggu, melayani 27 warga binaan Kristen dan 4 warga binaan Katolik.
PLH Kanwil Kemenkumham, Kaswo, memberikan apresiasi terhadap langkah progresif ini dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kegiatan pemasyarakatan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada CV Nagoya Modern yang telah memberikan dukungan dana sebesar 120 juta rupiah untuk pembangunan gereja ini.
Sebagai bagian dari acara peresmian, piagam penghargaan diberikan kepada para stakeholder yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan pemasyarakatan, termasuk Kepala Polresta Tanjungpinang, BNN Kota Tanjungpinang, RRI Tanjungpinang, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Yayasan Petratiana, Pondok Pesantren, Kolonel Laut Abdul Gani, serta CV Nagoya Modern.
Diharapkan dengan adanya gereja ini, warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan lebih mudah serta mendapatkan pembinaan spiritual yang mendukung proses reintegrasi mereka ke masyarakat.(dwi)











