Belum Ada Penjelasan Resmi, PERPAT Soroti Blackout Total di Tanjung Uban
BINTAN (Sempadanpos.com) – Pemadaman listrik total atau blackout yang melanda Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menuai sorotan dari Perkumpulan Pemuda Tempatan (PERPAT) Bintan Utara.
Hingga Kamis (22/10/2026), masyarakat masih menantikan penjelasan resmi dari Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjung Uban terkait penyebab pemadaman serta langkah penanganan dan antisipasi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Ketua PERPAT Bintan Utara, Darsono, mengaku prihatin dengan kondisi kelistrikan yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Ia menilai, pemadaman dalam waktu lama bukan persoalan sepele, terlebih jika berkaitan dengan pasokan listrik dari Batam ke Tanjung Uban.
“Sebagai anak tempatan, saya sangat miris melihat kondisi seperti ini. Sampai saat ini, selaku Kepala ULP PLN, belum ada penjelasan yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat terkait sebab dan akibat terjadinya pemadaman total ini,” ujar Darsono.
Menurutnya, gangguan listrik yang berlangsung lebih dari 24 jam hingga dua hari dua malam menimbulkan dampak serius bagi warga, khususnya pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan usaha.
“Ini bukan pemadaman biasa. Skalanya cukup besar dan berlangsung cukup lama. Pedagang kecil yang menggunakan listrik untuk menjalankan usahanya tentu mengalami kerugian. Masyarakat juga membutuhkan kepastian, bukan hanya listrik kembali menyala, tetapi juga penjelasan apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.
Darsono juga mempertanyakan kesiapan PLN dalam mengantisipasi gangguan besar pada sistem kelistrikan, terutama untuk wilayah Tanjung Uban dan sekitarnya.
Ia menyayangkan belum adanya permintaan maaf dari pimpinan ULP PLN Tanjung Uban kepada masyarakat yang terdampak pemadaman tersebut.
“Bahkan sampai sekarang pun Kepala PLN belum meminta maaf kepada masyarakat. Ini yang kami sesalkan,” ungkapnya.
Darsono berharap PLN tidak menganggap persoalan tersebut sebagai kejadian biasa. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas dan transparan mengenai penyebab blackout, durasi gangguan, serta langkah perbaikan dan antisipasi yang akan dilakukan.
“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi pihak yang menerima dampak. Kalau memang ada gangguan teknis, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kendala pada jaringan, jelaskan. Masyarakat saat ini menunggu penjelasan yang lugas dari pihak PLN,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penjelasan resmi dari Kepala ULP PLN Tanjung Uban terkait penyebab pemadaman total tersebut masih dinantikan. Masyarakat berharap PLN segera memberikan klarifikasi secara terbuka guna menjawab keresahan warga sekaligus mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
(Dwi)










