Bukan Sekadar Pajangan, Karya Woodcraft WBP Rutan Tanjungpinang Mulai Terjual

TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang mulai mendapat perhatian dari masyarakat. Sejumlah produk woodcraft hasil program pembinaan kemandirian WBP kini dipajang di Sudut Galery Rujiba yang berada di area kunjungan Rutan Tanjungpinang.

 

Penempatan hasil karya tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan produk hasil pembinaan kepada masyarakat. Para pengunjung yang datang membesuk dapat melihat secara langsung berbagai kerajinan yang dibuat WBP selama mengikuti program pembinaan.

 

Menariknya, produk woodcraft tersebut tidak hanya menjadi pajangan. Sejumlah hasil karya mulai diminati dan dibeli oleh pengunjung Rutan Tanjungpinang.

 

Hal tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keterampilan yang telah dikembangkan para WBP sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

 

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren, mengatakan pemajangan hasil karya di area kunjungan diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas agar produk WBP dikenal masyarakat.

 

“Dengan dipajangnya hasil karya di area kunjungan, pengunjung bisa melihat langsung produk yang dibuat oleh warga binaan. Ketika ada yang tertarik dan membeli, tentu menjadi motivasi bagi WBP untuk terus berkarya dan meningkatkan keterampilannya,” ujar Alanta.

 

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada menghasilkan produk, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembinaan kemandirian. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat terus dikembangkan WBP selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Melalui Sudut Galery Rujiba, Rutan Tanjungpinang memberikan ruang bagi hasil karya WBP untuk diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat.

 

Produk yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan pembinaan, tetapi juga mampu memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

 

Dengan demikian, karya woodcraft WBP menjadi salah satu bentuk nyata proses pembinaan di Rutan Tanjungpinang, sekaligus memberikan pengalaman kepada warga binaan dalam menghasilkan produk yang dapat diapresiasi dan dimanfaatkan masyarakat.

 

(dwi)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights