Diduga Mark Up Harga Menu MBG di SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Wali Murid Minta BGN Lakukan Evaluasi
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Teluk Keriting, depan Sei Enam, diduga melakukan mark up harga makanan bergizi yang disalurkan kepada siswa dan siswi di SMA Negeri 1 Tanjungpinang.
Dapur MBG tersebut diketahui melayani sekitar 1.976 siswa dan siswi di sekolah tersebut. Namun, salah seorang wali murid bernama Eko mengungkapkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara harga makanan yang dicantumkan dengan harga sebenarnya di pasaran, Sabtu (7/3/26).
Eko menjelaskan, dalam program tersebut para siswa seharusnya mendapatkan makanan bergizi sebanyak enam kali dalam satu minggu masa belajar. Namun dalam praktiknya, makanan yang diberikan kepada siswa hanya lima kali dalam seminggu.
“Seharusnya anak-anak mendapat enam kali makan dalam seminggu, tapi kenyataannya dirapel jadi lima kali saja,” ungkap Eko.
Ia juga menyoroti beberapa harga makanan yang dinilai tidak sesuai dengan harga pasar. Misalnya roti yang menurutnya di pasaran hanya sekitar Rp2.500, namun dicantumkan dengan harga Rp3.000. Begitu juga dengan kue bolu yang disebut-sebut mengalami hal serupa.
Selain itu, harga susu kotak yang tercantum sekitar Rp7.000 per kotak juga dipersoalkan. Menurutnya, di supermarket harga susu tersebut berkisar antara Rp6.200 hingga Rp6.500.
“Kalau dibeli dalam jumlah besar langsung dari agen atau pabrik, tentu harganya bisa lebih murah lagi,” ujarnya.
Eko mengaku sebelumnya telah dua kali mendatangi dapur MBG untuk melakukan evaluasi dan memberikan masukan kepada pihak pengelola. Namun menurutnya, upaya tersebut tidak mendapat tanggapan yang serius.
Ia bahkan menyebut pihak dapur sempat meminta agar persoalan tersebut tidak diketahui pihak luar.
“Saya sudah dua kali datang untuk menasehati agar dilakukan evaluasi, tapi tidak direspons. Bahkan sempat dibilang jangan sampai diketahui di luar,” kata Eko.
Meski hingga saat ini belum ada laporan keracunan makanan, Eko menilai kualitas dan manfaat gizi dari program tersebut perlu mendapat perhatian serius.
“Belum ada keracunan hingga kini, tapi gizi yang seharusnya didapat siswa sudah tidak maksimal lagi,” ujarnya.
Eko pun meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk memberikan teguran keras serta melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dapur MBG tersebut.
“Saya sebagai masyarakat mengadukan hal ini agar bisa ditindak tegas sesuai arahan dari pusat. Jika ada pelanggaran terkait program gizi untuk siswa, segera dilaporkan dan ditindak,” tegasnya.
Diduga Mark Up Harga Menu MBG di SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Wali Murid Minta BGN Lakukan Evaluasi aparat penegak hukun yang terkait agar segera menindaklajuti perihal ini dan di minta melakukan sidak di tempat-tempat dapur MBG yang ada di kota Tanjungpinang. (dwi)











