Kemenag Tanjungpinang Prihatin Kontingen Pesparawi Kepri Gagal Tampil Akibat Tiket Palsu, Apresiasi Ketegaran Peserta

TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)– Musibah tiket pesawat palsu yang mengakibatkan kontingen Pesparawi Kepulauan Riau gagal mengikuti ajang Pesparawi tingkat nasional menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang turut menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan apresiasi atas ketegaran para peserta yang tetap menunjukkan semangat di tengah kekecewaan.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Tanjungpinang, Ali Busro, saat memberikan pembinaan pada apel pagi di halaman Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Rabu (1/7/2026).

 

Ali mengatakan, peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan administrasi perjalanan, tetapi juga menyangkut harapan, perjuangan, dan pengorbanan panjang para peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengharumkan nama Kepulauan Riau di tingkat nasional.

 

“Tentunya kita prihatin dengan kejadian Tim Pesparawi yang tidak bisa tampil. Semoga tidak terjadi lagi di tahun-tahun mendatang. Semoga ini menjadi kejadian yang pertama dan terakhir,” ujarnya.

 

Menurut Ali, para peserta telah menjalani latihan dan persiapan yang tidak singkat. Karena itu, kegagalan berangkat akibat ulah oknum yang diduga menjual tiket pesawat palsu menjadi pukulan yang sangat berat bagi seluruh kontingen.

 

Sorotan khusus diberikan kepada kontingen Paduan Suara Wanita asal Tanjungpinang. Meski gagal berangkat ke lokasi perlombaan, mereka tetap menunjukkan semangat dengan menyanyikan lagu-lagu rohani di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial dan menuai simpati masyarakat luas.

 

“Mereka tetap tampil dengan kepala tegap di Bandara Jakarta. Itu membuat bangga. Tetapi secara psikologis tentu mereka kecewa, dan kami memahami itu,” kata Ali.

 

Ia menilai sikap para peserta mencerminkan kedewasaan, kekompakan, serta keteguhan iman dalam menghadapi cobaan. Menurutnya, sebuah prestasi tidak hanya diukur dari keberhasilan tampil di atas panggung perlombaan, tetapi juga dari cara seseorang menyikapi ujian dengan tetap menjaga martabat dan semangat.

 

Lebih lanjut, Ali menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan refleksi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Tanjungpinang. Ia mengingatkan pentingnya profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Mari kita selesaikan tugas-tugas kita di kantor dengan sebaik-baiknya. Jangan menunda pekerjaan apabila bisa diselesaikan hari ini. Disiplin dan tanggung jawab adalah bagian dari pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Kemenag Kota Tanjungpinang berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, sehingga para peserta yang telah berjuang membawa nama daerah dapat memperoleh kesempatan yang layak untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.(dwi)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights