Komunitas Jurnalis Kepri Peringati HPN 2026 dengan Aksi Nyata
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tidak diperingati Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) dengan kemegahan seremoni atau panggung penuh pidato. Organisasi ini memilih jalan yang lebih sunyi, lebih dalam maknanya: mengenang, berbagi, berkumpul, lalu bekerja nyata untuk masyarakat dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan yang digelar KJK menjadi cermin bagaimana pers memaknai HPN bukan sekadar perayaan profesi, tetapi momentum pengabdian. Dari ziarah makam wartawan, syukuran sederhana di kantor KJK, aksi bersih pantai di Nongsa Batam, donor darah, turnamen domino rakyat di Tanjungpinang, hingga penanaman mangrove di Sungai Tiram, Bintan—semuanya dirangkai dalam satu napas: pers yang hadir dan berbuat.
Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, menegaskan bahwa HPN harus ditempatkan sebagai refleksi sekaligus tanggung jawab.
“HPN bukan sekadar seremoni tahunan. Ini momentum bagi pers untuk menunduk sejenak mengenang jasa, lalu bangkit untuk berbuat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Ziarah Wartawan: Menghormati Jejak yang Pernah Ada
Rangkaian HPN 2026 KJK diawali dengan ziarah ke makam sejumlah wartawan yang telah wafat. Di pusara sederhana itu, doa dipanjatkan, bunga ditabur, dan ingatan dirawat.
Ziarah ini bukan ritual formal, melainkan pengingat bahwa pers hari ini berdiri di atas pengorbanan generasi sebelumnya.
“Ziarah ini penting agar kami tidak lupa dari mana profesi ini berasal. Ada pengorbanan, ada idealisme, ada perjuangan yang harus terus dijaga,” kata Ady.
Dalam keheningan makam, KJK menegaskan bahwa pers bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang kesinambungan nilai.
Syukuran HPN di Kantor KJK: Merawat Kebersamaan
Usai ziarah, KJK menggelar syukuran sederhana di Kantor KJK. Tidak ada kemewahan. Yang ada adalah kebersamaan, doa, dan refleksi. Syukuran ini menjadi ruang untuk menguatkan solidaritas internal dan merawat semangat kolektif insan pers.
Bagi KJK, kebersamaan adalah modal utama menjaga independensi dan integritas pers di tengah tantangan zaman.
Bersih Pantai Nongsa: Pers Menyapa Alam
Dari ruang refleksi, KJK bergerak ke lapangan. Aksi bersih pantai digelar di kawasan Nongsa, Batam—salah satu wajah pariwisata Kepulauan Riau. Sampah plastik dan limbah dikumpulkan dari sepanjang garis pantai.
“Kami memulai dari bersih pantai karena laut adalah bagian dari kehidupan masyarakat Kepri. Membersihkan pantai adalah bentuk kepedulian nyata sebelum kami menuliskannya,” ujar Ady.
Aksi ini menjadi kritik diam terhadap kerusakan lingkungan, sekaligus ajakan untuk berubah.
Donor Darah: Pers untuk Kemanusiaan
KJK kemudian melanjutkan rangkaian HPN 2026 dengan kegiatan donor darah. Tanpa sorotan berlebihan, para jurnalis menyumbangkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Setetes darah mungkin kecil, tapi bagi yang membutuhkan, itu sangat berarti. Ini cara pers hadir dalam kemanusiaan,” tutur Ady.
Donor darah menjadi simbol bahwa pers tidak hanya menyuarakan empati, tetapi juga mewujudkannya.
Domino Rakyat di Tanjungpinang: Menghapus Sekat
Suasana akrab tercipta di Kedai Kopi Rakyat, Tanjungpinang, saat KJK menggelar turnamen domino. Di meja-meja sederhana, tawa dan canda mengalir. Tidak ada jarak antara pers dan masyarakat.
“Domino ini ruang kebersamaan. Kedai kopi adalah tempat lahirnya banyak cerita dan diskusi. Di situlah pers seharusnya berada—bersama rakyat,” kata Ady.
Turnamen ini menegaskan bahwa pers tumbuh dari ruang-ruang sosial masyarakat.
Menanam Mangrove di Sungai Tiram: Warisan untuk Generasi
Puncak rangkaian HPN 2026 ditutup dengan penanaman mangrove di Sungai Tiram, Desa Penaga, Bintan. Di kawasan pesisir yang pernah rusak akibat alih fungsi lahan, KJK kembali menanam mangrove bersama masyarakat dan pegiat lingkungan.
Penanaman ini merupakan bagian dari kerja panjang yang telah berlangsung sejak 2010, bahkan melibatkan mitra pecinta mangrove dari Jepang. Mangrove ditanam bukan untuk seremoni, tetapi sebagai benteng abrasi dan harapan masa depan.
“Menanam mangrove bukan pekerjaan satu hari. Ini komitmen jangka panjang untuk melindungi pesisir dan kehidupan masyarakat,” ujar Ady.
Kegiatan ini turut dihadiri Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kepri yang mewakili Kementerian Kehutanan, menandakan bahwa gerakan yang dimulai dari komunitas pers memiliki arti strategis bagi keberlanjutan lingkungan.
HPN 2026: Pers yang Mengingat dan Bertindak
Dari ziarah makam hingga lumpur mangrove, dari ruang syukuran hingga pesisir pantai, rangkaian HPN 2026 KJK memperlihatkan wajah pers yang utuh: menghormati sejarah, peduli kemanusiaan, menjaga lingkungan, dan merawat kebersamaan.
“Pers yang kuat adalah pers yang peduli—pada kebenaran, pada manusia, dan pada masa depan,” tegas Ady.
Melalui HPN 2026, KJK ingin menunjukkan bahwa kepercayaan publik tidak dibangun lewat kata-kata semata, tetapi melalui kehadiran dan kerja nyata.
Menunduk untuk mengenang, lalu bergerak untuk masa depan—itulah cara Komunitas Jurnalis Kepri memaknai Hari Pers Nasional 2026.(red)











