OPD Dan Masyarakat, Gotong Royong Evakuasi Rumah Warga Terancam Roboh di Jemaja
ANAMBAS (Sempadanpos.com) –Pemerintah Kecamatan Jemaja, pemerintah desa dan sejumlah instansi terkait menggelar gotong royong mengevakuasi rumah warga di kawasan Pasir Panjang, Desa Landak, yang terancam roboh akibat banjir rob dan abrasi pantai, Kamis (18/12/2025).
Evakuasi dilakukan menyusul kondisi darurat yang dialami salah satu rumah panggung milik warga pesisir. Beberapa hari sebelumnya, gelombang laut tinggi menghantam kawasan tersebut dan hampir merobohkan bangunan rumah yang berada tepat di bibir pantai.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah tiang penopang rumah tampak menggantung setelah tanah di bawahnya terkikis air laut. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penghuni rumah, terutama saat pasang laut dan cuaca ekstrem.
Menyikapi situasi tersebut, warga setempat sempat melakukan penanganan awal secara swadaya dengan memasang batu miring sebagai penahan sementara. Namun upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin keamanan bangunan dalam jangka panjang.
Pihak RT kemudian melaporkan kondisi rumah tersebut kepada Pemerintah Kecamatan dan Desa, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera dilakukan penanganan lanjutan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kecamatan Jemaja berkoordinasi dengan Kecamatan Jemaja Barat, Kelurahan Letung, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rewak, BPBD Kepulauan Anambas, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Polsek Jemaja, serta masyarakat Desa Landak untuk melakukan evakuasi rumah ke lokasi yang lebih aman.
Dengan semangat gotong royong, rumah panggung milik warga tersebut berhasil dipindahkan secara bertahap menjauh dari bibir pantai guna menghindari risiko roboh akibat abrasi dan gelombang pasang.
Plt, Camat Jemaja, Edison Z, S.Pd.,S.D, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, khususnya abrasi pantai yang kerap terjadi di wilayah pesisir Anambas.
Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengapresiasi kebersamaan seluruh pihak yang terlibat, sehingga proses evakuasi rumah dapat berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob dan gelombang tinggi, terutama saat cuaca ekstrem, serta segera melaporkan apabila terdapat kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat merencanakan langkah penanganan jangka panjang guna mengurangi dampak abrasi pantai dan melindungi permukiman warga di wilayah pesisir.
(Alex)











