Desa Marok Tua Lingga Tata Langkah Jadikan Keramba Kerapu Cantang sebagai Jangkar Ekonomi Desa

 

LINGGA (Sempadanpos.com) – Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, mulai mengatur langkah strategis menuju penguatan ekonomi desa melalui pengembangan keramba apung ikan kerapu cantang, Senin (16/2/26).

Sebagian besar warga Desa Marok Tua yang mencapai sekitar 95 persen berprofesi sebagai nelayan lokal dan sangat bergantung pada hasil laut. Dengan kearifan lokal yang telah terjaga turun-temurun, masyarakat optimistis sektor budidaya perikanan, khususnya kerapu cantang, mampu menjadi “jangkar” ekonomi keluarga.

Kepala Desa Marok Tua, Nurdin, bersama perangkat desa, RT/RW, kepala dusun, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terus melakukan pembahasan dan konsolidasi untuk membentuk serta memperkuat kelompok budidaya keramba apung ikan kerapu cantang. Program ini diharapkan menjadi tabungan jangka panjang bagi keluarga nelayan.

“Kami masyarakat sudah lama melakukan usaha kecil di bidang perikanan seperti budidaya ikan kerapu. Alhamdulillah berhasil, sehingga menambah keyakinan kami dan warga masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan ekosistem laut,” ujar Ketua RW setempat.

Anggota BPD, Bugiman, juga mengungkapkan dirinya telah memiliki satu unit keramba apung yang modal awalnya diberikan oleh anaknya yang bekerja di Batam. Usaha tersebut telah berjalan sekitar satu bulan dan menunjukkan perkembangan yang positif.

“Melihat dari keberhasilan tetangga yang telah banyak berhasil, kami membentuk satu kelompok budidaya keramba ikan kerapu cantang BERKAH MUARA BERLIAN yang diketuai oleh ketua masjid di kampung kami,” kata Bugiman.

Kelompok Budidaya Keramba Apung Ikan Kerapu Cantang BERKAH MUARA BERLIAN kini telah mengantongi surat keterangan usaha dari Pemerintah Desa Marok Tua dan resmi terdaftar di tingkat desa. Langkah ini menjadi fondasi awal untuk penguatan legalitas dan akses dukungan program pemerintah ke depan.

Kepala Desa Nurdin menjelaskan, selain keramba apung, masyarakat juga memiliki usaha perikanan lainnya seperti caca (alat tangkap tradisional). Pemerintah desa memberikan apresiasi dengan mendorong pembentukan kelompok agar pengelolaan lebih terarah dan berkelanjutan.

“JEMBATAN ANAK EMAS ini merupakan ikon Desa Marok Tua yang menjadi pendorong untuk segala macam bidang di desa,” ujar Nurdin, menegaskan semangat pembangunan yang terintegrasi antara sektor ekonomi dan potensi wisata.

Ke depan, Desa Marok Tua berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk memperkuat sektor budidaya perikanan sekaligus mengembangkan potensi desa sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Kepulauan Riau.(red)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights