Lapas Narkotika Krisis Air Bersih, Kalapas Fauzi Merjuangkan Hak Dasar dan Dirikan Pesantren bagi WBP
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Ketersediaan air bersih di Lapas Narkotika Tanjungpinang saat ini mengalami kekurangan serius. Kebutuhan air untuk hampir 700 warga binaan pemasyarakatan (WBP) belum terpenuhi secara optimal, meskipun sebelumnya telah dibantu dari sumber air rawa dan sumur bor.
Kepala Lapas Narkotika Tanjungpinang, Fauzi Harahap, yang baru menjabat sekitar tiga bulan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan pemasangan sambungan air dari PDAM Tirta. Pengajuan tersebut telah disetujui dan kini tinggal menunggu aliran air dapat berjalan.
“Sudah di-acc, tinggal mengalir saja. Kabarnya dalam waktu dekat PDAM akan mulai mengalir, hanya saja saat ini masih terkendala musim kemarau,” ujarnya.
Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, pihak lapas juga berupaya meningkatkan pembinaan keagamaan bagi para WBP. Salah satu program yang akan segera direalisasikan adalah pendirian pondok pesantren di dalam lapas, dengan memanfaatkan perluasan masjid yang akan disekat menjadi ruang-ruang kelas.
Menurut Fauzi, program pesantren ini diharapkan menjadi sarana pembinaan yang lebih menyentuh sisi spiritual para WBP, Jum’at (10/4/26).
“Pesantren menjadi media yang bisa membuat kita lebih tunduk melalui agama, bukan hanya aturan. Ini untuk mendorong WBP lebih mendalami ajaran agama,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pihak lapas akan melibatkan Kementerian Agama (Kemenag), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta para guru agama untuk mengajar di pondok pesantren tersebut. Konsep yang diterapkan pun serupa dengan pondok pesantren pada umumnya di luar lapas.
Selain kegiatan keagamaan Islam, pembinaan keagamaan lainnya juga tetap berjalan sesuai dengan keyakinan masing-masing WBP.
Tak hanya itu, pihak lapas juga mencatat masih adanya warga binaan yang belum bisa membaca. Saat ini terdapat sekitar 12 WBP yang masih buta huruf. Untuk itu, program pendidikan dasar berupa belajar membaca juga akan diberikan guna meningkatkan kemampuan literasi mereka.
Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membentuk pribadi WBP yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas. (Dwi)











