Imigrasi Tanjungpinang Gandeng Media Perkuat Pencegahan TPPO, Modus “Wisata” Jadi Sorotan
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang menggelar sosialisasi bersama insan pers terkait pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di gedung aula kantor imigrasi, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara Imigrasi dan media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya mengenai bahaya TPPO dan keberangkatan ke luar negeri melalui jalur tidak resmi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang, Erwin Haryadi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih maraknya kasus TPPO yang menjerat warga Indonesia.
“Scamming itu korbannya orang kita, pelaksananya orang kita, korbannya juga orang kita. Imigrasi berkomitmen untuk perbaikan demi masyarakat. Kami mohon kepada media untuk sama-sama menanggulangi TPPO. Saya mohon dukungannya kepada rekan-rekan media, saling mendukung, saling membangun untuk daerah kita Tanjungpinang,” ujar Erwin.
Menurutnya, fungsi Imigrasi tidak hanya sebatas pelayanan paspor dan pengawasan keluar masuk orang. Dalam upaya pencegahan TPPO, petugas Imigrasi juga berada di garda terdepan untuk mendeteksi keberangkatan warga yang mencurigakan.
Melalui pemeriksaan dokumen perjalanan, tujuan keberangkatan, serta pengawasan keimigrasian, petugas dapat mengidentifikasi indikasi keberangkatan yang tidak sesuai prosedur dan berpotensi mengarah pada TPPO.
Modus “Wisata” Jadi Sorotan
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Daniel, mengatakan salah satu modus yang menjadi perhatian adalah calon pekerja migran yang mengaku hendak berwisata ke luar negeri.
Namun, ketika dilakukan pendalaman oleh petugas, sebagian calon penumpang tidak mampu menjelaskan secara rinci tujuan perjalanan maupun rencana selama berada di negara tujuan.
“Selalu memberikan alasan wisatawan. Nah, tapi ketika kita dalami tujuan wisatanya seperti apa, gimana, berapa hari, ini yang tidak bisa dijawab oleh masyarakat. Ini tentu dari hasil pemeriksaan petugas kita, tentu saja salah satu indikator sehingga kemungkinan besar akan menjadi pelaku kegiatan yang tidak sesuai,” kata Daniel.
Ia juga menyoroti banyaknya kasus Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang kemudian meminta bantuan pemerintah untuk dipulangkan setelah sebelumnya berangkat secara sadar tanpa melalui jalur resmi.
“Masih banyak yang viral terkait keberadaan WNI di luar negeri yang tiba-tiba meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk pulang kembali ke Indonesia. Nah, ini kan jadi permasalahan. Ketika dia berangkat dia dengan sadar, tapi ketika ada terjadi permasalahan mereka tentu saja tidak menyampaikan kepada kita,” ujarnya.
Sasar Pelajar Kelas 12
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang juga aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, khususnya kepada siswa kelas 12 yang sebentar lagi menyelesaikan pendidikan.
Daniel mengatakan edukasi sejak dini penting dilakukan agar para pelajar memiliki pemahaman mengenai risiko bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal.
“Kami juga aktif melakukan sosialisasi kepada anak-anak sekolah yang sudah duduk di bangku kelas 3 SMA yang sebentar lagi mereka akan lulus. Setidaknya upaya kita ini untuk melakukan pencegahan setelah mereka lulus,” tambahnya.
Ia berharap media dapat menjadi mitra strategis Imigrasi dalam menyebarluaskan informasi mengenai bahaya TPPO dan modus perekrutan ilegal, sehingga masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming pekerjaan di luar negeri dengan penghasilan besar.
“Kami tetap berkomitmen untuk berbagi dengan tim, sukses dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentu saja yang berimbang supaya lebih bermasyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi antara jajaran Imigrasi dan awak media. Diskusi tersebut membahas penguatan kolaborasi serta strategi bersama dalam meningkatkan edukasi dan mencegah TPPO di wilayah Kepulauan Riau.(dwi)










