Pompong Nelayan Letung Mati Mesin di Perairan Natuna Utara, TRC Jemaja Bergerak Cepat Evakuasi Nelayan Selamat

ANAMBAS (Sempadanpos.com)– Sebuah pompong milik nelayan asal Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, dilaporkan mengalami mati mesin saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di sekitar area Rig Hangtuah, Perairan Natuna Utara, Jumat (12/6/2026).

 

Informasi tersebut disampaikan Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Jemaja, Iskardi. Ia menjelaskan, pompong yang dinakhodai Yulisman mengalami kerusakan mesin secara mendadak ketika sedang melaut di perairan lepas.

 

Menurut Iskardi, posisi pompong saat mengalami gangguan berada di sekitar Rig Hangtuah dengan koordinat 04°00,93′ LU dan 105°21,85′ BT, atau berjarak sekitar 360 mil dari Letung.

 

“Informasi kerusakan mesin kami terima dari sesama nelayan yang berada di lokasi,” ujar Iskardi.

 

Mendapatkan laporan tersebut, TRC Jemaja langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya BASARNAS, DKP Korwil Jemaja, serta Ketua Nelayan setempat guna mempercepat proses penanganan dan penjemputan nelayan yang mengalami kendala di tengah laut.

 

Setelah dilakukan penelusuran, diketahui nelayan yang mengalami musibah tersebut merupakan anak buah kapal milik Rio. Berkat koordinasi yang baik antarinstansi dan pihak terkait, proses pencarian dan penjemputan dapat dilakukan dengan cepat.

 

“Setelah kami melakukan penelusuran, diketahui nelayan tersebut merupakan anak buah kapal milik Rio. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan pihak terkait dan mereka sepakat melakukan proses penjemputan. Alhamdulillah nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” jelasnya.

 

Iskardi mengapresiasi respons cepat seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden tersebut. Menurutnya, sinergi yang baik antara nelayan, TRC, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan bantuan kepada nelayan yang mengalami kendala di laut.

 

Ia juga mengingatkan para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan sebelum berangkat melaut. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi mesin, lambung kapal, serta kelengkapan alat komunikasi dan keselamatan dinilai sangat penting guna mengantisipasi terjadinya kejadian serupa.

 

“Kami mengimbau para nelayan untuk rutin memeriksa kondisi mesin dan seluruh perlengkapan keselamatan. Jika ada suku cadang yang sudah usang, segera lakukan perbaikan agar tidak terjadi kendala saat berada di tengah laut,” pesannya.

 

(Alex)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights