LAM Kepri Turunkan Hulubalang di Pulau Penyengat, Jaga Keamanan Sekaligus Lestarikan Warisan Budaya Melayu
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)– Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian warisan budaya Melayu dengan menurunkan barisan hulubalang untuk melakukan pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada para pengunjung di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (5/7/2026) tersebut bertujuan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tertib bagi wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi sejarah paling penting di Provinsi Kepulauan Riau.
Sebanyak 15 hulubalang yang ditugaskan oleh LAM Kepulauan Riau disebar di sejumlah titik strategis dan kawasan bersejarah di Pulau Penyengat. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengarahkan serta memberikan pelayanan kepada para wisatawan yang datang menikmati kekayaan sejarah dan budaya Melayu.
Pulau Penyengat sendiri merupakan salah satu ikon sejarah Kepulauan Riau yang menyimpan banyak peninggalan Kesultanan Riau-Lingga. Berbagai bangunan bersejarah, makam para tokoh Melayu, hingga jejak perkembangan sastra dan ilmu pengetahuan menjadikan pulau ini sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki nilai tinggi.
Menariknya, kehadiran hulubalang tidak hanya berfungsi sebagai petugas pengamanan. Mereka juga menampilkan atraksi seni budaya Melayu berupa tabuhan gendang dan pertunjukan silat tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Irama gendang yang menggema di sepanjang kawasan Pulau Penyengat berpadu dengan gerakan silat Melayu yang penuh etika dan filosofi, menghadirkan suasana yang kental dengan nuansa adat dan budaya. Penampilan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan identitas Melayu kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kehadiran hulubalang juga menjadi simbol bahwa Pulau Penyengat bukan sekadar objek wisata sejarah, melainkan pusat peradaban Melayu yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah, sastra, serta perkembangan ilmu pengetahuan di Nusantara.
Di sela pelaksanaan tugas, seluruh barisan hulubalang berkesempatan bersilaturahmi ke kediaman Dato Jefri untuk mendapatkan arahan mengenai nilai-nilai adat Melayu yang harus terus dijunjung tinggi dalam menjalankan amanah.
Dalam arahannya, Dato Jefri mengingatkan agar setiap hulubalang senantiasa menjaga keseimbangan antara menjalankan tugas dan memegang teguh nilai-nilai adat serta adab Melayu.
“Teruslah jaga adat dan adab, terlebih lagi saat kalian menjalankan tugas sebagai hulubalang. Ingatlah selalu prinsip kita, Adat dijunjung, adab dijaga. Itulah identitas yang tak boleh kita hilangkan di mana pun dan kapan pun,” tegas Dato Jefri.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para hulubalang juga disuguhi berbagai hidangan khas Melayu sebagai bentuk penghormatan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Melalui kegiatan ini, LAM Kepulauan Riau berharap peran hulubalang tidak hanya terbatas pada pengamanan kawasan wisata, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian situs-situs bersejarah serta memperkuat eksistensi budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.
Dengan sinergi antara pelestarian budaya, pelayanan kepada wisatawan, dan pengamanan kawasan bersejarah, Pulau Penyengat diharapkan terus menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau sekaligus dikenal lebih luas sebagai pusat warisan budaya Melayu yang mendunia.(dwi)










