Viral! Rekaman Percakapan Dugaan Bagi-Bagi Dana APBD Lingga dan Suap Oknum APH Beredar
LINGGA (Sempadanpos.com)– Publik Kabupaten Lingga dihebohkan dengan viralnya rekaman percakapan baru yang diduga melibatkan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga, WS. Dalam rekaman berdurasi 4 menit 51 detik itu, terdengar percakapan WS yang mengisyaratkan kebutuhan dana cepat untuk melunasi hutang-piutang Sekretaris DPRD Lingga serta memberikan “saweran” kepada oknum Aparat Penegak Hukum (APH) di Kejari dan Polres Lingga, Selasa (29/10/24).
Menurut informasi, percakapan ini terjadi pada Oktober 2023 dan diduga WS merupakan perantara yang dipercaya untuk mengatur jatah bagi oknum APH di Kabupaten Lingga. Dalam rekaman tersebut, WS menyebutkan nama Jasman untuk penyaluran dana. “Oke. Kelak ambek ke Bang Jasman. Aku dah suruh ke Bang Jasman, aku minta tujuh. Kau kasih ke RD Intel Kejari, terus BB Kanit Pidum,” ujar WS.
Rekaman ini muncul hanya beberapa hari setelah foto-foto kebersamaan Kabag Prokopim Setda Lingga, Widi Satoto, dan Sekretaris DPRD Lingga, Safaruddin, dengan Staf Ahli Jaksa Agung, Asri Agung Putra, beredar di media sosial. Berdasarkan penelusuran, “RD” merujuk pada oknum pejabat Kejari Lingga, sementara “BB” mengarah pada IPDA Boby Ramadhana Fauzi, Kanit Reskrim Polres Lingga.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar, menegaskan akan melaporkan kasus ini ke Komisi Kejaksaan dan Jaksa Agung RI, setelah mencuatnya nama-nama pegawai kejaksaan dalam dugaan suap ini.
Kasus ini menambah daftar skandal yang melibatkan pejabat di Lingga, setelah sebelumnya beredar rekaman percakapan diduga antara Bupati Lingga (MN) dan Ketua DPRD Lingga periode 2019-2024 (AN), terkait distribusi dana kampanye dari APBD Lingga untuk sejumlah calon legislatif. Dalam percakapan itu, MN juga mengungkap adanya proyek-proyek dengan dana besar yang sedang dievaluasi oleh Gubernur Kepri serta dukungan dana dari pengusaha untuk kelancaran izin perkebunan sawit.
Sampai saat ini, MN dan AN belum memberikan klarifikasi terkait dugaan skandal ini. Warga Kabupaten Lingga pun menunggu tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan transparansi dari para pejabat yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana publik ini.(red)











