Bakar Sampah Tak Terkendali, Lahan 1,5 Hektare Terbakar di Tanjungpinang
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Kebakaran lahan seluas sekitar 1,5 hektare terjadi di belakang Perumahan Metro Kepri 89, Jalan Peralatan KM 8 Atas, Kota Tanjungpinang, Selasa (24/03/2026) sore. Peristiwa tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali hingga api merembet ke kawasan dekat permukiman warga.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Derry Ambari, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 17.20 WIB dan langsung direspons cepat oleh tim dari Pos Dompak.
“Laporan masuk sekitar pukul 17.20 WIB, anggota langsung bergerak ke lokasi, dibantu tim lain karena ada kejadian di tempat berbeda,” ujarnya.
Sebanyak dua unit mobil pemadam dan 10 personel diterjunkan untuk mengendalikan api yang dengan cepat meluas di lahan kosong.
Menurut Derry, titik awal api berada di area belakang perumahan yang diduga berasal dari pembakaran sampah, kemudian membesar akibat tiupan angin.
“Awalnya dari pembakaran sampah di belakang, kemudian menyebar hingga mendekati perumahan. Asapnya tebal sehingga warga langsung melapor,” jelasnya.
Saksi mata di lokasi, Hary, mengungkapkan api dengan cepat membesar dari bagian dalam lahan dan sempat menjalar ke sekitarnya.
“Apinya dari dalam, terus membesar. Sampai kios ini juga ikut terbakar. Tadi Damkar sudah datang, tapi sempat kehabisan air,” ujarnya.
Petugas memfokuskan pemadaman di area yang berdekatan dengan permukiman guna mencegah api meluas. Beruntung, tidak ada rumah warga yang terdampak dalam insiden tersebut.
Namun, proses pemadaman sempat terkendala keterbatasan pasokan air sehingga petugas harus mengambil dari sumber PDAM serta meminta bantuan tambahan.
“Kendala utama air karena tangki terbatas. Kami sudah koordinasi untuk suplai tambahan,” kata Derry.
Ia menambahkan, kejadian ini menambah jumlah kasus kebakaran di Tanjungpinang yang telah mencapai 95 peristiwa sejak awal tahun. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau membakar sampah sembarangan.
“Lebih baik dibuang ke TPS terdekat agar tidak menimbulkan risiko kebakaran,” tegasnya.(dwi)











