Hanyut hingga Perairan Malaysia, Nelayan Anambas Ditemukan Selamat Setelah Enam Hari Hilang

ANAMBAS (Sempadanpos.com) – Setelah enam hari dinyatakan hilang saat melaut, Bachtiar (61), nelayan asal Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Malaysia, Jumat (16/10/2026)

Bachtiar ditemukan bersama pompong miliknya setelah hanyut hingga melintasi perbatasan maritim Indonesia dan Malaysia. Korban kemudian dievakuasi oleh Bot Perkasa 46 milik Malaysia Coast Guard dan dibawa ke Jeti Tekek, Pulau Tioman, Malaysia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengonfirmasi bahwa korban tiba di Jeti Tekek pada Jumat dini hari pukul 03.22 waktu Malaysia atau 02.22 WIB.

“Alhamdulillah, proses pencarian selama enam hari akhirnya membuahkan hasil. Bachtiar ditemukan dalam keadaan selamat dan kini telah mendapatkan penanganan medis dari otoritas terkait di Malaysia,” ujar Abdul Rahman.

Menurutnya, meskipun korban telah ditemukan, pihak SAR masih memantau perkembangan kondisinya dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas serta instansi terkait untuk mengupayakan pemulangan korban ke Indonesia.

Abdul Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk otoritas Malaysia yang membantu menemukan dan mengevakuasi korban.

 

Berangkat Memancing, Tak Kunjung Pulang

Sebelumnya, Bachtiar dilaporkan belum kembali setelah berangkat melaut untuk memancing pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Khawatir dengan keselamatan korban, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas SAR. Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada atau Last Known Position (LKP).

Operasi pencarian berlangsung dengan berbagai kendala, salah satunya jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Meski demikian, petugas terus melakukan penyisiran di area pencarian, mendatangi pulau-pulau di sekitar lokasi, serta berkoordinasi dengan nelayan yang beraktivitas di perairan tersebut.

Memasuki hari keempat, Kantor SAR Natuna memperluas upaya pencarian dengan melibatkan Kantor SAR Tanjungpinang dan Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia.

Informasi hilangnya Bachtiar juga disebarluaskan melalui Telegram Maklumat Pelayaran (Mapel) kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah pencarian. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan peluang menemukan korban.

Tim SAR Gabungan turut mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna sejak hari pertama hingga hari kelima pencarian.

Sejumlah unsur yang terlibat meliputi Pos SAR Anambas, Posal dan Polsek di wilayah Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Pemerintah Kecamatan Jemaja Timur, serta masyarakat Desa Genting Pulur melalui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan kelompok nelayan setempat.

Dukungan masyarakat dan jaringan komunikasi antarnelayan turut membantu upaya pencarian, termasuk penyisiran di pulau-pulau sekitar. Namun, hingga hari kelima, keberadaan Bachtiar dan pompong berwarna hijau keabu-abuan miliknya belum berhasil dipastikan.

 

Pompong Diduga Kehabisan Bahan Bakar

Titik terang muncul pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 16.01 WIB, ketika MRSC Kuantan, Malaysia, menyampaikan informasi kepada Kantor SAR Natuna mengenai penemuan seorang nelayan bersama pompong yang terombang-ambing di perairan Malaysia.

Nelayan tersebut dilaporkan memberikan isyarat menggunakan bendera putih kepada sekelompok pemancing yang melintas di lokasi.

Berdasarkan informasi awal, pompong yang digunakan korban diduga kehabisan bahan bakar sehingga hanyut hingga memasuki perairan Malaysia.

Petugas siaga komunikasi Kantor SAR Natuna kemudian melakukan verifikasi untuk mencocokkan ciri-ciri pompong yang ditemukan dengan informasi yang sebelumnya disampaikan pihak keluarga.

Konfirmasi juga dilakukan kepada keluarga sebagai bagian dari proses identifikasi. Setelah informasi dinyatakan sesuai, Kantor SAR Natuna berkoordinasi dengan MRSC Kuantan untuk mendukung pencarian lanjutan dan proses evakuasi korban.

Koordinasi lintas negara tersebut menjadi bagian penting hingga keberadaan Bachtiar berhasil dipastikan.

 

Korban Jalani Pemeriksaan Medis

Bachtiar diketahui memiliki riwayat keluhan asma. Selain itu, radio komunikasi dan perangkat navigasi pada pompongnya dilaporkan tidak berfungsi dengan baik saat melaut.

Kondisi tersebut diduga menyulitkan korban untuk berkomunikasi dan mengetahui posisinya ketika pompong hanyut di laut.

Setelah berhasil dievakuasi, Bachtiar menjalani pemeriksaan medis di klinik wilayah Tekek, Pulau Tioman, Malaysia.

Kantor SAR Natuna kini terus berkoordinasi dengan MRSC Kuantan, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, serta instansi terkait lainnya untuk mengurus proses pemulangan korban ke Tanah Air.

Ditemukannya Bachtiar dalam keadaan selamat menjadi hasil dari operasi pencarian selama enam hari, dukungan masyarakat nelayan, serta koordinasi antara unsur SAR Indonesia dan otoritas maritim Malaysia.

 

(Alex)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights