Nelayan 62 Tahun Hilang Saat Menjaring Ikan di Perairan Tanjung Batu Karimun, Tim SAR Lakukan Pencarian
KARIMUN (Sempadanpos.com) – Seorang nelayan bernama Kamar (62), warga Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari sampan saat menjaring ikan di Pantai Mukalimus, Tanjung Batu.
Kantor SAR Tanjungpinang menerima informasi kejadian tersebut dari Satpolairud Selat Belia pada Selasa (13/10/2026). Tim SAR kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu bermula pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, saat Kamar berangkat menjaring ikan menggunakan sampan.
Pada pukul 15.00 WIB, korban masih sempat berkomunikasi dengan anaknya. Namun, sekitar pukul 20.50 WIB, rekan korban melihat sampan milik Kamar tanpa keberadaan korban di atasnya.
Rekan korban sempat melakukan penyisiran dan pencarian di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga kejadian itu dilaporkan kepada pihak terkait.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan koordinasi dan menyiapkan operasi pencarian.
“Rekan korban sempat melaksanakan penyisiran dan pencarian terhadap korban. Namun, saudara Kamar masih belum berhasil ditemukan,” ujar Fazzli.
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Tanjungpinang melaksanakan precomm dan excomm, serta berkoordinasi dengan Pos SAR Batam dan Satpolairud Selat Belia untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR.
Pada Selasa (13/10/2026), lima personel Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Karimun diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Tanjung Balai Karimun.
“Kantor SAR Tanjungpinang melaksanakan aksi operasi SAR melalui Pos SAR Tanjung Balai Karimun dengan menggerakkan RIB 01 Tanjung Balai Karimun menuju ke lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian dan penyisiran,” kata Fazzli.
Dalam operasi tersebut, tim membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya AquaEye untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di dalam air, peralatan komunikasi, serta perlengkapan evakuasi.
Tim SAR melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban segera ditemukan. Hingga informasi tersebut disampaikan, Kamar masih dalam pencarian.
Operasi SAR melibatkan koordinasi lintas unsur guna memaksimalkan upaya pencarian terhadap korban yang diduga terjatuh ke laut saat melaut seorang diri. (Dwi)










