Hari Ketujuh Pencarian, ABK KM Kawal Jaya 9 Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Pulau Nikoi
BINTAN (Sempadanpos.com) – Setelah tujuh hari dilakukan pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Dinar (51), anak buah kapal (ABK) KM Kawal Jaya 9 yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di perairan utara Berakit, Kabupaten Bintan.
Korban ditemukan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 08.35 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD) di sekitar perairan Pulau Nikoi, Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa menuju Puskesmas Kawal untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, Dinar dilaporkan hilang setelah melompat ke laut ketika KM Kawal Jaya 9 yang membawa 14 orang (person on board/POB) mengalami tubrukan di perairan utara Bintan pada Jumat (30/10/2026) dini hari.
Dalam insiden tersebut, sebanyak 13 orang kru lainnya berhasil selamat dan telah dievakuasi menuju Pelabuhan Kawal pada hari kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, S.A.P., M.Si., menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja keras selama proses pencarian berlangsung.
“Kami mewakili keluarga besar Basarnas Tanjungpinang menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Penemuan di hari ketujuh ini adalah hasil kerja keras dan sinergitas dari seluruh unsur SAR Gabungan, baik dari unsur TNI-Polri, instansi maritim, maupun masyarakat nelayan yang tak kenal lelah melakukan penyisiran,” ungkap Fazzli.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan KM Kawal Jaya 9 secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
“Sesuai dengan hasil debriefing, Operasi SAR kecelakaan KM Kawal Jaya 9 dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” tutupnya.
Keberhasilan operasi pencarian tersebut tidak terlepas dari dukungan alat utama dan peralatan SAR serta koordinasi seluruh unsur yang terlibat.
Adapun unsur SAR Gabungan yang dikerahkan terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, USS Tanjung Uban, PLP Tanjung Uban, Lanal Bintan, Polair Bintan, Pos AL Berakit, VTS Batam, serta masyarakat nelayan setempat.
Penemuan korban pada hari ketujuh ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah melibatkan berbagai unsur dan menjadi duka bagi keluarga korban. (Dwi)










