IAI Natuna Jajaki Kerja Sama dengan Batam Tourism Polytechnic, Perkuat Pariwisata Syariah

NATUNA (Sempadanpos.com) – Institut Agama Islam Natuna (IAI Natuna) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan Program Studi Pariwisata Syariah. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menjajaki kerja sama akademik dengan Batam Tourism Polytechnic (BTP), perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata dan perhotelan.

 

Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan ke kampus Batam Tourism Polytechnic di The Vitka City Complex, Jalan Gajah Mada, Tiban, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (24/10/2026).

 

Kunjungan ini menjadi momentum bagi kedua institusi untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Rombongan IAI Natuna disambut civitas akademika BTP. Kegiatan diawali dengan pemaparan profil institusi oleh Nensi Lapotulo, M.M.Par., Ketua Program Studi Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Pascasarjana Batam Tourism Polytechnic.

 

Dalam pemaparannya, Nensi memperkenalkan sejumlah program unggulan serta pendekatan pembelajaran BTP yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri pariwisata.

 

Rombongan IAI Natuna juga berkesempatan meninjau berbagai fasilitas pembelajaran dan ruang praktik mahasiswa. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan.

 

Hal menarik perhatian rombongan adalah penggunaan nama daerah di Kepulauan Riau pada sejumlah ruang praktik, di antaranya Ruang Natuna dan Ruang Anambas. Penamaan tersebut mencerminkan identitas lokal sekaligus memperlihatkan kedekatan lingkungan pendidikan pariwisata dengan karakteristik wilayah kepulauan.

 

Dalam diskusi bersama pihak BTP, Rektor IAI Natuna menyampaikan sejumlah gagasan kerja sama yang berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah.

 

Peluang kolaborasi tersebut mencakup pertukaran dosen, program magang atau praktik kerja mahasiswa, penelitian dan publikasi ilmiah bersama, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

 

Program magang menjadi salah satu peluang yang dinilai strategis untuk memperkuat pengalaman lapangan mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung dalam praktik pengelolaan destinasi, pelayanan wisata, dan operasional industri perhotelan, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan profesional sekaligus memahami kebutuhan industri secara lebih menyeluruh.

 

Bagi Program Studi Pariwisata Syariah IAI Natuna, pengalaman praktis tersebut penting untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip syariah dalam penyelenggaraan pariwisata, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, keterampilan pelayanan, serta wawasan industri yang memadai.

 

Selain bidang pendidikan, kedua institusi juga berpeluang mengembangkan penelitian dan publikasi ilmiah bersama. Sejumlah topik yang dapat dijajaki antara lain pengembangan pariwisata syariah, wisata bahari, pariwisata berkelanjutan, serta pengelolaan destinasi berbasis budaya Melayu dan kearifan lokal.

 

Sementara itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berpotensi diarahkan pada pemberdayaan masyarakat pesisir, pendampingan pelaku usaha pariwisata, dan peningkatan kualitas pengelolaan destinasi wisata di Natuna maupun wilayah Kepulauan Riau lainnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Rektor IAI Natuna turut memperkenalkan jajaran pengelola dan dosen IAI Natuna kepada pihak BTP. Langkah ini diharapkan memperkuat komunikasi antarpersonel akademik, memperluas jejaring kelembagaan, serta membuka ruang koordinasi untuk menindaklanjuti berbagai gagasan kerja sama.

 

Penguatan Program Studi Pariwisata Syariah dinilai penting bagi Natuna yang memiliki kekayaan wisata bahari, budaya Melayu, dan potensi masyarakat pesisir. Pengembangan potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, inovatif, serta mampu memadukan kompetensi kepariwisataan dengan nilai-nilai syariah dan kearifan lokal.

 

Melalui penjajakan kerja sama dengan Batam Tourism Polytechnic, IAI Natuna berupaya memperluas kesempatan belajar mahasiswa, meningkatkan kapasitas dosen, serta mendorong penelitian dan pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat bagi pengembangan pariwisata daerah.

 

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen IAI Natuna dalam memperluas kemitraan strategis dengan berbagai institusi pendidikan. Komunikasi dan pertukaran gagasan yang terbangun diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi program kolaborasi konkret dan berkelanjutan.

 

Dengan demikian, Program Studi Pariwisata Syariah IAI Natuna diharapkan semakin mampu menyiapkan sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan sektor pariwisata Natuna dan Kepulauan Riau.

 

(Red)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights