Konsumen Indihome di Anambas Keluhkan Penagihan Tagihan Meski Jaringan Bermasalah
ANAMBAS (Sempadanpos.com)– Konsumen pengguna layanan Indihome di wilayah Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, menyatakan keluhannya terhadap penagihan pembayaran yang dilakukan oleh pihak Indihome melalui telepon seluler. Penagihan ini dinilai tidak wajar mengingat jaringan Indihome di wilayah tersebut telah mengalami gangguan selama lebih dari satu bulan akibat kerusakan kabel optik bawah laut.
Mulyadi, salah satu pelanggan Indihome di Jemaja, mengungkapkan bahwa ia dihubungi oleh operator Indihome untuk membayar tagihan bulan Agustus, padahal jaringan sudah tidak bisa digunakan selama lebih dari sebulan.
“Saya dihubungi pihak operator Indihome melalui telepon seluler untuk membayar tagihan pemakaian bulan Agustus, tetapi saya menjelaskan bahwa jaringan sudah lebih dari satu bulan tidak bisa digunakan. Sebagai pelanggan, kami meminta kejelasan dari pihak Indihome, apakah kami tetap dibebankan untuk membayar,” ujar Mulyadi pada Sabtu, 24 Agustus 2024.
Mulyadi juga menyampaikan bahwa pada 22 Juli 2024, ia sudah melakukan pembayaran untuk pemakaian bulan Agustus. Namun, operator Indihome kembali meminta pembayaran untuk bulan ini, yang membuatnya heran.
“Aneh juga, untuk pemakaian bulan ini seharusnya saya tidak perlu bayar lagi karena di bulan Juli saya sudah membayar untuk pemakaian bulan Agustus. Sistemnya kan bayar dulu baru bisa menggunakan jaringan, tapi kok saya harus bayar lagi,” katanya dengan nada kesal.
Menurut Mulyadi, sebagian besar pelanggan Indihome di Jemaja telah membayar tagihan, meskipun jaringan tidak bisa diakses selama lebih dari satu bulan. Baru dalam tiga hari terakhir jaringan kembali normal, namun pihak Indihome kembali meminta pembayaran.
Mulyadi meminta pihak Indihome untuk memberikan penjelasan yang jelas agar pelanggan tidak merasa dirugikan, mengingat selama gangguan terjadi, dirinya tidak bisa mengakses jaringan internet yang sudah dibayar.
“Tadi sempat operator meminta saya untuk datang ke kantor GraPARI, tapi saya bilang mana ada kantor GraPARI di Anambas. Jadi, sebagai konsumen, saya menilai pelayanan Indihome sangat buruk dan meminta kejelasan atas permintaan pembayaran tagihan tersebut,” tambahnya.
Selain itu, Mulyadi juga meminta kepada Diskominfo Anambas untuk menyampaikan keluhan pelanggan di Jemaja kepada pihak Indihome.
“Bukan hanya saya yang mengalami hal ini, rata-rata pelanggan Indihome di Jemaja dihubungi oleh operator Indihome untuk melakukan pembayaran, sementara kami sebagai konsumen tidak bisa menghubungi mereka,” tutup Mulyadi. (her)











