Selamat Jalan Wina Armada: Seorang Sahabat yang Tak Terlupakan
JAKARTA (Sempadanpos.com)-
Catatan Hendry Ch Bangun
Pada 13 Juni lalu, saya bertemu dengan sahabat saya, Wina Armada, di Gedung Dewan Pers setelah salat Jumat. Saat itu, saya bersama Zulmansyah, Ketua PWI KLB, dan Wina sebagai Sekjen PWI KLB, bertemu dengan Ketua Dewan Pers Prof. Komarudin Hidayat serta sejumlah anggota lainnya, dalam rangka menandatangani naskah kesepakatan terkait pelaksanaan Kongres Persatuan PWI.
Wina mendekati saya, mengajak ngobrol seperti biasa, “Kapan nih Ndri, kita ngopi-ngopi?” “Atur saja, saya sih ikut saja,” jawab saya. Kami saling bersalaman, berpelukan, dan cium pipi kiri dan kanan, sebuah ritual hangat yang selalu terasa dekat meskipun sudah lama kami tak bertemu.
Wina dan saya sudah berteman sejak lama. Kami berdua terjun ke dunia pers kampus pada era yang hampir bersamaan: saya di Fakultas Sastra UI, dia di Fakultas Hukum UI, dengan masing-masing aktif di media internal kampus. Kami saling mengenal sejak awal karier jurnalistik, dan meskipun jalur yang kami tempuh bisa berbeda, persahabatan kami tetap terjaga.
Karir Wina sangat mengesankan, dari menulis di media umum seperti Horison, hingga menjadi salah satu sosok penting dalam pembentukan Undang-Undang Pers No. 40 tahun 1999. Wina dikenal sebagai ahli hukum pers dan aktif dalam proses pembuatan Peraturan Dewan Pers tentang Standar Kompetensi Wartawan. Selain itu, kiprahnya di PWI sangat luar biasa, termasuk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat dalam periode 2003-2008.
Namun, meskipun kami berdua sempat terlibat dalam perbedaan pandangan dalam dinamika PWI, hubungan persahabatan kami tetap kokoh. Perselisihan dalam organisasi tidak pernah mengubah kedekatan kami sebagai sahabat lama. Kami masih saling menyapa, bertukar pikiran, dan seperti yang dia katakan pada pertemuan kami di Hotel Fairmont, “Ngobrol saja, jangan ngomongin PWI.”
Hari ini, saya mendapat kabar duka yang mengejutkan. Wina Armada, sahabat yang begitu hangat dan penuh tawa, telah meninggalkan kita. Kabar itu saya terima dari grup Persahabatan UI sekitar pukul 16.20 WIB. Wina menghembuskan napas terakhir setelah beberapa waktu dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung.
Selamat jalan, Wina. Persahabatan kita akan selalu dikenang, dan kenangan hangat tentangmu akan tetap hidup dalam ingatan saya selamanya.(red)











