RSUP Raja Ahmad Tabib Hadapi Krisis Keuangan: Utang Capai Rp 29 Miliar, Layanan Masyarakat Tetap Jadi Prioritas
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)– Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib (RAT) di Tanjungpinang, yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, tengah menghadapi tekanan keuangan serius dengan beban utang mencapai Rp 29 miliar. Utang ini mayoritas berasal dari klaim pendapatan tahun lalu yang belum dibayar serta sejumlah pengeluaran di luar rencana yang turut menambah beban anggaran rumah sakit.
Kepala Bagian Perencanaan BLUD RSUP RAT, Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa komponen utang terbesar saat ini adalah jasa pelayanan sebesar Rp 15 miliar. “Utang Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) sudah kami lunasi pada Maret lalu karena memang ada batas waktu pembayarannya. Namun, sisa utang jasa pelayanan masih cukup besar,” ungkap Syarif.
Sebagai langkah penanganan, manajemen rumah sakit memberlakukan program penghematan secara ketat. Penggunaan listrik dioptimalkan dan pembelian barang dibatasi. Namun, upaya efisiensi ini terbentur beban baru, seperti gaji customer service dan tenaga keamanan yang sebelumnya ditanggung APBD, kini harus diambil dari anggaran BLUD rumah sakit.
“Kami tetap prioritaskan pelayanan kepada masyarakat, meski harus menyesuaikan anggaran yang ada,” tegasnya.
Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprov Kepri tahun 2024 mencatat sejumlah temuan di RSUP RAT. Di antaranya, belanja yang dibebankan kepada BLUD melebihi batas yang diperbolehkan tanpa persetujuan gubernur, serta kondisi keuangan BLUD yang belum mampu menutup seluruh biaya operasional.
Sebagai tindak lanjut, Syarif menyebutkan bahwa pihaknya telah menyusun telaah staf berdasarkan temuan BPK dan melakukan analisis keuangan internal. Hasilnya telah disampaikan kepada Gubernur Kepri sebagai dasar permohonan dukungan tambahan dana melalui APBD Perubahan.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan Dewan Pengawas (Dewas) berjalan baik. Seluruh laporan anggaran dan kebijakan telah dibahas dan didokumentasikan dalam rapat-rapat resmi bersama Dewas, termasuk strategi penyelesaian utang jangka pendek.
Meski dilanda persoalan keuangan, RSUP RAT tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Riau.(devi)











