Drainase Tersumbat, Perumahan Alamanda Bintan Dilanda Banjir; Akses ke Masjid Asyura Terganggu
BINTAN (Sempadanpos.com) – Warga Perumahan Alamanda, khususnya di Gang H. Selamat, Jalan Karya Praja, Kabupaten Bintan, menghadapi persoalan serius terkait infrastruktur drainase yang tersumbat. Kondisi parit yang dipenuhi tanah dan sampah menyebabkan genangan air dan banjir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Banjir yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga menghambat akses masyarakat menuju Masjid Asyura untuk melaksanakan ibadah, terlebih menjelang dan selama bulan Ramadan.
Keluhan ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat, Bapak Wahaid, melalui pesan singkat yang diterima awak media pada Minggu malam (22/02/2026) pukul 21.55 WIB. Ia menjelaskan bahwa parit utama di sepanjang Jalan Karya Praja saat ini tertutup material tanah yang diduga berasal dari aktivitas pembangunan ruko di sekitar lokasi serta limpasan limbah dari perusahaan Bintang 5 yang beroperasi tidak jauh dari permukiman warga.
“Parit jalan tertutup tanah. Jadi air dari pembangunan ruko dan dari perusahaan Bintang 5 semuanya lari ke parit dan akhirnya meluap ke Jalan Karya Praja,” ungkapnya.
Akibat tersumbatnya drainase tersebut, air hujan tidak lagi mengalir sebagaimana mestinya. Genangan air kerap meluap ke badan jalan, masuk ke lingkungan permukiman, bahkan hingga ke area sekitar masjid. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena Masjid Asyura merupakan pusat kegiatan keagamaan warga, termasuk pelaksanaan salat lima waktu dan salat tarawih di bulan Ramadan.
Genangan air yang tinggi, berlumpur, dan kotor membuat para jamaah, terutama lansia dan anak-anak, kesulitan menuju masjid. Tidak jarang warga harus melepas alas kaki dan berjalan menembus air untuk bisa sampai ke tempat ibadah.
“Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Bintan untuk segera memperhatikan parit-parit yang tertutup tanah dan selalu banjir ini. Kondisi ini sangat menghalangi orang untuk beribadah menuju Masjid Asyura,” tegas Bapak Wahaid penuh harap.
Warga Perumahan Alamanda bersama pengurus Masjid Asyura berharap pemerintah daerah segera meninjau langsung lokasi tersebut dan mengambil langkah konkret, seperti pengerukan serta pembersihan parit secara menyeluruh guna menormalkan kembali fungsi drainase.
Selain itu, masyarakat juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah daerah, pengembang ruko, serta pihak perusahaan terkait agar ditemukan solusi jangka panjang. Penanganan cepat dan tepat dinilai penting tidak hanya untuk memulihkan kenyamanan dan keselamatan warga, tetapi juga untuk memastikan akses ibadah tetap lancar tanpa terhambat persoalan infrastruktur dasar. (Dwi)











