BP3KR Susun Buku Sejarah Perjuangan Kepri, Ditargetkan Diluncurkan pada Hari Marwah 2027
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) — Yayasan Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) terus memperkuat upaya pelestarian sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau melalui penyusunan buku sejarah perjuangan Kepri. Buku tersebut ditargetkan akan diluncurkan pada peringatan Hari Marwah tahun 2027 mendatang.
Ketua Yayasan BP3KR, Huzrin Hood mengatakan, peringatan Hari Marwah ke-24 tahun ini difokuskan pada proses penyusunan dan finalisasi buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri yang saat ini tengah digarap oleh tim penulis, Selasa (12/5/26).
Menurutnya, proses penyusunan buku tersebut diperkirakan memakan waktu lebih dari satu tahun karena melibatkan pengumpulan data, penelusuran sejarah, hingga wawancara dengan berbagai tokoh perjuangan di sejumlah daerah.
“Buku sejarah ini direncanakan akan diluncurkan pada Hari Marwah tahun 2027. Ini menjadi simbol bahwa perjuangan panjang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau harus tetap dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Huzrin Hood.
Ia menjelaskan, dalam rangkaian Hari Marwah tahun ini, tim penulis buku juga akan mempresentasikan perkembangan dan hasil kerja yang telah dilakukan kepada seluruh pengurus yayasan dan para pejuang pembentukan Kepri.
Selain itu, BP3KR juga akan menggelar tasyakuran serta diskusi bersama terkait berbagai catatan penting yang perlu dimasukkan dalam buku sejarah tersebut agar menjadi referensi resmi perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
Huzrin Hood menegaskan, secara resmi hari lahir Provinsi Kepulauan Riau memang diperingati setiap 24 September 2002. Namun menurutnya, semangat perjuangan yang paling besar dan bersejarah terjadi pada 15 Mei 2002, saat gelombang perjuangan masyarakat Kepri mencapai puncaknya.
“Perjuangan itu tidak boleh dilupakan. Semangat Marwah adalah semangat perjuangan rakyat untuk menjadikan Kepri sebagai provinsi sendiri,” katanya.
Ia mengungkapkan, selama ini tim penulis bersama para pejuang pembentukan Kepri telah berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengumpulkan informasi dan fakta sejarah yang autentik, termasuk rencana perjalanan ke Jakarta dan Pekanbaru.
Menurut Huzrin Hood, buku tersebut nantinya diharapkan menjadi pedoman dan sumber pembelajaran bagi generasi muda serta calon pemimpin Kepri di masa depan agar memahami beratnya perjuangan pembentukan daerah tersebut.
BP3KR juga berencana mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar Hari Marwah dapat ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Gubernur sebagai momentum daerah yang diperingati di seluruh sekolah dan masyarakat Kepri.
“Generasi muda harus tahu bagaimana dahsyatnya perjuangan pembentukan Kepri. Ini bukan hadiah, tetapi hasil perjuangan panjang masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan pembentukan Kepri saat itu menghadapi berbagai penolakan, termasuk dari DPRD dan Pemerintah Provinsi Riau. Namun para pejuang terus bergerak membangun komunikasi politik dari Tanjungpinang hingga Jakarta hingga akhirnya memperoleh dukungan yang mengantarkan lahirnya Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan itu, Huzrin Hood turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Kepri saat ini. Ia menyebut masih tingginya angka pengangguran dan banyaknya masyarakat yang memilih bekerja ke Malaysia menjadi perhatian serius yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
“Harapan kita dulu, Kepri menjadi provinsi untuk kesejahteraan masyarakat. Tapi sampai hari ini masih banyak masyarakat kita yang harus bekerja ke luar negeri karena lapangan pekerjaan belum maksimal,” ujarnya.
Ia juga berharap pembangunan dan pengembangan berbagai instansi strategis pemerintah pusat ke depan dapat diprioritaskan berada di Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, termasuk rencana pembentukan Kodam maupun kantor kementerian baru.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan BP3KR, Sudirman Almoen menyampaikan bahwa pihak yayasan akan terus mengawal nilai-nilai perjuangan pembentukan Kepri agar tidak hilang ditelan zaman serta tetap menjadi semangat bersama masyarakat Kepulauan Riau.(dwi)










