Ombudsman Temukan Aset Sekolah Tak Termanfaatkan Akibat Maladministrasi PPDB
BATAM (Sempadanpos.com)– Akibat penumpukan siswa di beberapa sekolah favorit pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2023, beberapa sekolah lain mengalami kekurangan murid, mengakibatkan aset-aset pendidikan tidak termanfaatkan.
Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) melalui Keasistenan Pencegahan Maladministrasi menemukan bahwa SMA 3 Tanjungpinang hanya memiliki 19 siswa baru tahun ini. Dari 18 ruang kelas yang ada, hanya 5 kelas yang terpakai. Hal ini ditemukan pada minggu lalu saat melakukan pemantauan persiapan PPDB di Tanjungpinang.
“Pada PPDB tahun 2023, siswa yang masuk ke SMA 3 Tanjungpinang hanya 19 orang. Dari 18 ruang kelas yang ada, hanya 5 kelas yang terpakai,” ungkap Adi Permana, Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi, di Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Selasa (11/06/2024).
Sementara itu, di SMA 1 dan SMA 2 terjadi penumpukan ratusan siswa hingga harus membuka kelas daring. Adi Permana mengungkapkan kekhawatirannya terhadap mutu pembelajaran yang mungkin menurun akibat beban kerja guru yang meningkat di sekolah-sekolah tersebut.
“Sudah menjadi hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran secara luring/tatap muka. Selain itu, beban kerja guru pun bertambah di sekolah yang mengalami penumpukan. Dikhawatirkan hal ini dapat menurunkan mutu pembelajaran,” jelas Adi.
Untuk PPDB tahun 2024, Adi berharap seluruh stakeholder, baik penyelenggara maupun masyarakat, dapat melaksanakan PPDB sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) guna meminimalisir dampak kerugian.
“Ini bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pendidikan, namun juga semua pihak, baik penyelenggara di luar sekolah maupun masyarakat, untuk mendorong pelaksanaan PPDB sesuai juknis sehingga meminimalisir dampak-dampak kerugian,” terang Adi.
Ombudsman RI Perwakilan Kepri berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan pada setiap tahapan PPDB dan mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi.
“Kami lakukan pemantauan setiap tahun agar PPDB dapat berjalan lebih baik. Di Tanjungpinang sendiri, berdasarkan pemantauan kami, persiapan PPDB sudah berjalan dengan baik,” tutur Adi.
“Namun kami tentu membutuhkan mata dan telinga masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan PPDB. Silakan sampaikan melalui WhatsApp Pengaduan kami di 08119813737 jika menemukan penyimpangan pada PPDB,” tutup Adi.(dwi)











