Puluhan Pelajar di Siantan Tengah Diduga Keracunan Makanan, Wabup Anambas Turun Tangan
ANAMBAS (Sempadanpos.com) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bergerak cepat menyikapi kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan pelajar di Kecamatan Siantan Tengah, Kamis (16/4/2026).
Sebagai bentuk respons cepat, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, turun langsung memantau penanganan korban di Puskesmas Siantan Tengah dan RSUD Palmatak. Ia didampingi Sekretaris Daerah serta sejumlah kepala OPD terkait.
Di lokasi, Wabup Raja Bayu menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Puluhan pelajar bersama sejumlah orang tua dilaporkan menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Siantan Tengah. Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan para pelajar tengah mendapatkan penanganan medis di RSUD Palmatak dan puskesmas setempat.
Para pelajar yang terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK di sejumlah sekolah di wilayah Siantan Tengah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula beberapa jam setelah para siswa mengonsumsi makanan pada pagi hari. Sekitar pukul 13.00 WIB, para pelajar mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing secara bersamaan.
Seorang warga menyebutkan, kasus awal terdeteksi di salah satu SMP di Desa Teluk Sunting sebelum kemudian laporan serupa bermunculan dari sekolah lainnya.
“Mereka makan sekitar pukul 10 pagi, lalu siang mulai muntah-muntah,” ujarnya.
Para pelajar yang mengalami gejala langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Direktur RSUD Palmatak, Iswirawijaya, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih fokus pada penanganan pasien sekaligus melakukan pendataan.
“Saat ini kami masih fokus pada penanganan pasien. Untuk detailnya masih dalam pendataan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menangani puluhan pelajar dengan gejala serupa, meskipun jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Sebagian pasien juga dirawat di Puskesmas Siantan Tengah dan Puskesmas Palmatak karena keterbatasan kapasitas ruang perawatan.
Terkait penyebab kejadian, pihak rumah sakit belum dapat memberikan kepastian dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya,” tambahnya.
Sementara itu, mengenai dugaan keterkaitan dengan konsumsi makanan tertentu, termasuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pihak terkait belum memberikan kesimpulan resmi.
Di sisi lain, aparat kepolisian bersama instansi terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Petugas melakukan pengumpulan sampel makanan, pemeriksaan dapur penyedia, serta meminta keterangan dari pihak sekolah dan pengelola.
Pendataan jumlah korban serta penelusuran distribusi makanan ke sekolah-sekolah juga terus dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari pihak berwenang guna menghindari spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan.(red)










