Rapat Awal Tahun SMPN 1 Jemaja Bahas Kegiatan dan Tata Tertib Sekolah
ANAMBAS (Sempadanpos.com) – SMPN 1 Jemaja mengadakan rapat awal tahun untuk wali murid guna membahas berbagai kegiatan sekolah serta implementasi pembelajaran fullday. Rapat tersebut berlangsung pada Sabtu, 3 Agustus 2024, di ruang pertemuan sekolah dan dihadiri oleh wali murid, pengurus komite, guru, staf kesiswaan, dan administrasi sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 1 Jemaja, Nuraina Syuhada, membuka rapat dengan memperkenalkan program-program unggulan yang akan dilaksanakan selama tahun ajaran baru. “Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang holistik, menggabungkan aspek akademik, karakter, dan keterampilan hidup melalui berbagai kegiatan yang telah direncanakan. Selain itu, kami dari pihak sekolah juga menggunakan absen manual dan absen alat pinjer,” ujarnya.
Poin penting yang dibahas dalam rapat adalah penerapan sistem pembelajaran fullday setiap harinya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan lebih banyak waktu bagi siswa untuk mendalami materi pelajaran serta mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Ibu Syuhada menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan jadwal yang seimbang antara waktu belajar di kelas dan kegiatan di luar kelas. Siswa akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melalui berbagai ekstrakurikuler seperti seni, olahraga, dan keterampilan lainnya. Selain itu, dibahas juga berbagai kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan sepanjang tahun, seperti pekan olahraga, lomba akademik dan non-akademik, serta program bakti sosial. “Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter siswa serta meningkatkan kepedulian sosial mereka,” tambahnya.
Guru kesiswaan, Bapak Hendro Gultom, S.Pd., menjelaskan tentang poin-poin pelanggaran peraturan dan tata tertib peserta didik SMPN 1 Jemaja. Ia menekankan pentingnya persetujuan dan kesepakatan dari orang tua atau wali murid terkait tata tertib yang diterapkan, untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Para wali murid juga diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan bertanya mengenai program-program dan sanksi-sanksi yang disampaikan. Salah satu wali murid, Herman Kanedi, menyatakan dukungannya terhadap tata tertib dan sanksi yang diterapkan oleh pihak sekolah. Ia juga meminta agar sekolah memberikan surat peringatan terlebih dahulu sebelum memberikan sanksi kepada murid, dan agar siswa yang memiliki tugas di luar sekolah diberikan tanda atau kartu pengenal.
Gultom menutup rapat dengan harapan agar kerjasama yang erat antara guru dan wali murid dapat terjalin dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka, serta memastikan bahwa program pembelajaran fullday dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh siswa. (Alex)











