Bawaslu Kepri Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Pemetaan TPS Rawan Pilkada 2024 Dilakukan

BINTAN (Sempadanpos.com)– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Hotel Bintan Argo Beach Resort, yang menghadirkan dua narasumber, Dr. Radian Syam SH, MH dan Zam Zami A Karim, selaku pengamat politik dan ahli Pers di Polres Bintan, Jumat (22/11/24).

Dalam acara tersebut, Bawaslu memaparkan pemetaan potensi kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada mendatang.

Bawaslu menyebutkan ada enam indikator TPS rawan yang paling sering terjadi, 17 indikator dengan frekuensi lebih rendah, dan 8 indikator yang jarang terjadi namun tetap perlu diantisipasi. Anggota Bawaslu Kepri, Maryamah, menjelaskan pemetaan kerawanan ini didasarkan pada 8 variabel dan 31 indikator yang melibatkan 419 kelurahan/desa di tujuh kabupaten/kota di Kepri, dengan pengambilan data dilakukan antara 10 hingga 15 November 2024.

Indikator kerawanan yang diidentifikasi meliputi masalah penggunaan hak pilih, keamanan, politik uang, politisasi SARA, serta netralitas penyelenggara pemilu, termasuk ASN, TNI/Polri. Kendala logistik, lokasi TPS, serta jaringan listrik dan internet juga menjadi faktor yang harus diwaspadai. “Pemilih yang tidak memenuhi syarat, pemilih tambahan, KPPS yang bukan domisili TPS, dan kendala jaringan menjadi indikator rawan yang sering terjadi,” ujar Maryamah.

Bawaslu Kepri juga mengingatkan agar KPU, PPS, KPPS, serta seluruh stakeholder terkait melakukan koordinasi dan langkah antisipasi untuk mencegah gangguan di TPS. Rekomendasi tersebut mencakup distribusi logistik yang tepat waktu, penghitungan suara yang akurat, dan pemprioritaskan kelompok rentan.

“Pemetaan kerawanan ini menjadi acuan untuk memastikan pemungutan suara berjalan lancar dan demokratis, tanpa hambatan yang merugikan,” tambah Maryamah. Bawaslu juga menegaskan pentingnya pengawasan langsung pada logistik pemilu, pemungutan suara, dan akurasi data pemilih agar Pilkada 2024 berjalan sesuai harapan masyarakat.(dwi)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights