Air PDAM Tak Mengalir Sejak Sebelum Lebaran, Warga Tanjung Uban Mengeluh Kesulitan Air Bersih
BINTAN (Sempadanpos.com) – Warga Tanjung Uban dan sejumlah wilayah di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, mengeluhkan tidak mengalirnya air PDAM sejak sebelum Lebaran hingga hari ini, Minggu (22/3/2026).
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, bahkan waduk yang berada di Desa Jago dilaporkan mengalami kekeringan hingga bisa digunakan warga untuk bermain bola.
“Saya sudah mencoba menghubungi PDAM, tapi tidak ada jawaban. Saya kirim pesan WhatsApp juga tidak dibalas,” ujar Bang Lubis, salah satu warga Tanjung Uban dengan nada kecewa.
Ia mengungkapkan, warga kini harus membeli air jerigen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak. Kondisi ini dinilai sangat merepotkan dan menambah beban pengeluaran masyarakat.
“Kami sangat kesusahan karena kekurangan air. Terpaksa beli air, itu pun tidak murah,” tambahnya.
Menurut warga, gangguan distribusi air ini sudah berlangsung sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri. Mereka berharap pihak PDAM segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Kalau kami sudah bayar tagihan, seharusnya pelayanan juga berjalan. PDAM harus segera memperbaiki ini,” tegas Bang Lubis.
Hingga saat ini, pihak PDAM belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab tidak mengalirnya air di wilayah tersebut. Namun, dalam beberapa kasus sebelumnya, gangguan distribusi air kerap disebabkan oleh kerusakan jaringan pipa, penyumbatan, atau faktor teknis lainnya.
Keluhan serupa juga disebut terjadi di beberapa wilayah lain di Kabupaten Bintan. Warga berharap pemerintah daerah turut turun tangan agar permasalahan ini segera terselesaikan.
“Kami hanya ingin air kembali normal. Tanpa air, aktivitas sehari-hari sangat terganggu,” tutupnya.(dwi)











