Ekonomi Stabil, Pariwisata Kepri Tetap Unggul di Tengah Tantangan Inflasi
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau melaporkan perkembangan terkini ekonomi dan pariwisata daerah dalam konferensi pers di Kantor BPS Kepri, Senin (2/12). Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, memaparkan data terkait inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), serta kinerja sektor transportasi dan pariwisata.
Inflasi Terkendali
Pada November 2024, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kepri tercatat sebesar 1,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,63. Kota Batam mencatat inflasi tertinggi sebesar 2,04 persen (IHK 106,98), sedangkan Tanjungpinang menjadi yang terendah dengan 0,97 persen (IHK 105,00). Kenaikan harga di delapan kelompok pengeluaran, termasuk makanan, kesehatan, dan perumahan, menjadi pendorong utama inflasi.
Meski inflasi meningkat, stabilitas ekonomi tetap terjaga. Inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,24 persen, naik dari bulan sebelumnya.
Kinerja Transportasi Menurun
Jumlah penumpang angkutan udara dan laut mengalami penurunan pada Oktober 2024. Penumpang angkutan udara domestik turun 4,80 persen menjadi 164.273 orang, sedangkan penumpang angkutan laut domestik turun 2,38 persen menjadi 322.236 orang.
Pariwisata Tetap Unggul
Sektor pariwisata menunjukkan kinerja positif meskipun kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Oktober 2024 turun 3,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai 137.999 kunjungan. Namun, angka ini meningkat 29,68 persen dibandingkan Oktober 2023.
Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) Januari-Oktober 2024 mencapai 2,83 juta orang, naik 54,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang juga naik menjadi 55,66 persen, menunjukkan kepercayaan wisatawan terhadap Kepri.
Pendorong Pemulihan Ekonomi
Margaretha Ari menegaskan bahwa meskipun inflasi terjadi, sektor pariwisata terus menjadi motor utama pemulihan ekonomi di Kepri. “Pariwisata tetap menjadi sektor unggulan dengan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara yang signifikan, mendukung pemulihan ekonomi daerah,” ujarnya.
Laporan ini menunjukkan optimisme dalam menjaga stabilitas ekonomi dan terus mengembangkan sektor pariwisata sebagai andalan di tengah tantangan ekonomi global. (Red)











