Final Lomba Karaoke Lagu Melayu Sukses Digelar di Tanjungpinang
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)-Tiga belas finalis lomba karaoke lagu melayu bersaing dalam final yang diadakan di Kedai Kopi Kita, Jln WR Supratman Km 8, Tanjungpinang, Sabtu (1/6/24) malam. Lomba yang berlangsung sejak 24 Mei hingga 1 Juni 2024 ini digelar oleh Garda Relawan Kepri (GRK) untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Takkan Melayu Hilang di Bumi, Bumi Bertuah Negeri Beradat”.
Sekitar 70 peserta ikut serta dalam lomba ini, namun hanya 13 yang berhasil melaju ke babak final, menampilkan alunan musik melayu yang memukau. Dari ketiga belas finalis, dewan juri mengumumkan pemenang dalam beberapa kategori: tujuh juara favorit, juara kostum terbaik, juara utama, dan juara harapan.
Tujuh juara favorit adalah Albert, Yandi, Adelaida, Malik, Risnawati, Andi Putra, dan Ahmad Singgih. Devan meraih juara kostum terbaik. Juara utama diraih oleh Sarah Mutia Dewi sebagai juara pertama, Yola sebagai juara kedua, dan Robi sebagai juara ketiga. Untuk juara harapan, Dayat meraih juara harapan pertama, Devan juara harapan kedua, dan Keisya juara harapan ketiga.
Ketua Umum GRK Provinsi Kepri, Rahmanullah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan sponsor yang telah mendukung acara ini. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada para pemenang, menekankan bahwa lomba ini adalah bentuk silaturahmi dan upaya untuk membangkitkan nuansa melayu di Tanjungpinang.
“Saya sangat bahagia atas terselenggaranya kegiatan ini, saya juga ucapkan tahniah kepada para pemenang. Lomba ini semata untuk silaturahmi sekaligus membangkitkan budaya melayu,” jelas Rahmanullah.
Sarah Mutia Dewi, pemenang pertama, mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan ini. “Alhamdulillah, tak nyangka dapat juara karena persaingan ketat. Awalnya sangat bingung, terdapat tiga babak penyisihan, semifinal, dan grand final serta membawa lagu yang berbeda dari peserta lain,” ujarnya.

Lomba karaoke ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari tetamu Singapura, Noor Azan, dan anggota DPRD Provinsi Kepri, H Lis Darmansyah. Noor Azan memuji acara ini sebagai upaya untuk menghidupkan kembali budaya melayu yang semakin jarang dinyanyikan dibanding lagu modern dan dangdut. Ia berharap acara seperti ini dapat terus dilanjutkan untuk generasi mendatang.
H Lis Darmansyah juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara. “Kearifan lokal sekarang memang harus kita tonjolkan. Event ini menunjukkan bahwa Tanjungpinang memiliki aset seniman dan seniwati dalam mempertahankan kaidah lagu melayu,” ungkapnya. Lis menambahkan bahwa meskipun acara ini sederhana, ia mendapat perhatian dari pemerintah dan bisa melahirkan penyanyi lokal yang berkiprah di tingkat nasional.
Lis mengakhiri dengan harapan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus kepada seniman di Tanjungpinang agar terus berkreativitas. “Kalau dulu kita tahu rekaman lagu melayu kan banyak, sekarang secara nasional hampir tidak ada. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini mendapat perhatian khusus dari pemeritah,” harapnya. (*/devi)











