GOR Kacapuri Tanjungpinang, Dari Simbol Kebanggaan Menjadi Potret Kemerosotan
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)- Gedung Olahraga (GOR) Kacapuri, yang dulu menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tanjungpinang, kini menyisakan kisah pilu akibat kurangnya perhatian dan pengelolaan. Dibangun pada tahun 1983 di Jalan Teuku Umar, gedung ini pernah menjadi pusat berbagai kegiatan besar, mulai dari konser musik, turnamen olahraga, hingga festival seni dan budaya.
Pada masa kejayaannya, GOR Kacapuri menjadi ikon yang menghidupkan Kota Tanjungpinang. Bahkan, artis ternama seperti Rano Karno, Maream Belina, Dina Mariana, dan Puput Novel pernah menghibur masyarakat di sini. Namun, seiring waktu, nasib gedung ini berubah drastis, Minggu (1/12/24)
Pasca-pemekaran wilayah Provinsi Kepulauan Riau dari Riau, status kepemilikan GOR Kacapuri menjadi tidak jelas. Gedung yang sebelumnya menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bintan ini tidak lagi tercatat sebagai milik Kota Tanjungpinang. Proses alih status yang berlarut-larut dan kurangnya perawatan membuat gedung ini terbengkalai.
Saat ini, kondisi GOR Kacapuri memprihatinkan. Berdasarkan pantauan pada Sabtu, 30 November 2024, gedung ini terlihat tak terawat, dengan atap yang rusak, sebagian besar bangunan runtuh, dan area sekitarnya dipenuhi tanaman liar. Letaknya yang strategis di jalan protokol Kota Tanjungpinang justru menonjolkan kesan angker dan menyedihkan.
Masyarakat Tanjungpinang menyayangkan minimnya perhatian terhadap fasilitas publik yang dulunya vital ini. “GOR Kacapuri dulu adalah pusat aktivitas masyarakat, tempat olahraga, seni, dan budaya bertemu. Sangat disayangkan kini dibiarkan seperti ini,” ungkap salah satu warga.
Rencana revitalisasi yang pernah diwacanakan sejumlah Gubernur Kepulauan Riau hingga kini belum juga terwujud. Banyak pihak berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengembalikan fungsi dan kejayaan GOR Kacapuri.
Gedung ini tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensi besar untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat, dari olahraga hingga seni dan budaya. Revitalisasi GOR Kacapuri diharapkan dapat menjadi tonggak kebangkitan fasilitas publik di Kota Tanjungpinang, sekaligus mewariskan kebanggaan ini kepada generasi mendatang.(dwi)











