Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Tanjungpinang, Puluhan Rumah Terendam Banjir
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)– Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Tanjungpinang sejak Jumat hingga Sabtu (11/1/2025) menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Kondisi ini turut mengganggu aktivitas warga, terutama di kawasan yang terdampak banjir parah. Selain itu, hujan deras juga disertai angin kencang dan petir, memaksa masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan.
Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Andri Rizal, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi banjir di beberapa lokasi, termasuk Perumahan Puspandari di Tanjungpinang Timur.
“Pak Pj dan BPBD sedang meninjau beberapa titik banjir dan lokasi pengungsian warga,” kata Sekda Tanjungpinang, Zulhidayat.
Zulhidayat menambahkan bahwa pihak pemerintah kota saat ini tengah melakukan pendataan terhadap wilayah yang terdampak banjir. Sementara itu, Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menyebutkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa kasur, selimut, makanan, dan pakaian bagi para pengungsi.
“Di Perumahan Puspandari, sekitar 30 hingga 50 rumah terdampak banjir akibat hujan deras,” ujar Yamin.
BMKG: Cuaca Ekstrem Berlanjut, Potensi Banjir Rob Hingga 18 Januari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Vivi, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Rossby Ekuator yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan.
“Suhu permukaan laut di sekitar Pulau Bintan berada di kisaran 28-29 derajat Celsius dengan anomali positif hingga 1 derajat Celsius. Ini menandakan adanya pasokan uap air yang cukup untuk mendukung pembentukan awan hujan,” terang Vivi.
BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir dari 12 hingga 18 Januari 2025 akibat fase Perigee yang meningkatkan pasang air laut maksimum. Beberapa wilayah pesisir yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi:
1. Kota Batam: Pesisir Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa
2. Kabupaten Lingga: Pesisir Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang
3. Kabupaten Karimun: Pesisir Kundur Barat, Karimun, Meral
4. Kota Tanjungpinang: Pesisir Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Kota, Bukit Bestari
5. Kabupaten Bintan: Pesisir Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur
“Masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk tetap waspada karena banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, transportasi, dan kegiatan di pelabuhan,” tambah Vivi.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG mengingat kondisi cuaca yang masih belum bersahabat.(dwi)











