Kapolres Anambas Perkuat Sinergi di Jemaja, Antisipasi Karhutla Jadi Fokus Utama
ANAMBAS (Sempadanpos.com) – Kapolres Kepulauan Anambas, I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, melaksanakan silaturahmi bersama Forkopimcam, personel Polsek Jemaja, serta seluruh kepala desa se-Pulau Jemaja, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula Penginapan Miranti tersebut dimulai sekitar pukul 11.35 WIB dan menjadi momentum memperkuat sinergitas lintas sektor, khususnya dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Turut hadir dalam kegiatan itu antara lain Danposal Jemaja Lettu (S) Ahmad Rifai Yasin, Danramil 0318/04 Letung Letda (Inf) H. Simbolon, Camat Jemaja Mudahir, serta Camat Jemaja Timur Tetti Amalia.
Selain itu, hadir pula perwakilan Camat Jemaja Barat, unsur Damkar, Pos SAR, Satpol PP, Lurah Letung Febrina Devi Siregar, serta seluruh kepala desa se-Pulau Jemaja, kecuali Kepala Desa Batu Berapit yang diwakili Sekdes.
Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Diperlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau agar setiap informasi terkait potensi gangguan kamtibmas maupun karhutla segera dilaporkan melalui jalur komunikasi lintas sektor atau kepada Bhabinkamtibmas setempat guna penanganan cepat dan terpadu.
Kapolres turut meminta para kepala desa agar aktif melibatkan Bhabinkamtibmas dalam setiap kegiatan desa untuk memperkuat sinergi serta menjaga situasi tetap kondusif.
Sementara itu, Danramil 0318/04 Letung Letda (Inf) H. Simbolon menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat koordinasi antarinstansi.
Senada, Danposal Jemaja menyoroti masih adanya kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar, yang berpotensi memicu karhutla jika tidak diawasi dengan baik.
Dari jajaran Polres, Kasat Samapta dan Kasat Binmas juga menekankan pentingnya patroli bersama serta peran aktif Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Sementara itu, pihak BPBD Jemaja mengungkapkan sejumlah kendala dalam penanganan karhutla, di antaranya keterbatasan sarana berupa dua mesin air apung serta sulitnya akses sumber air di lokasi kebakaran yang umumnya berada di wilayah perbukitan.
Camat Jemaja Timur Tetti Amalia menyebut sebagian masyarakat masih mengandalkan metode pembakaran dalam membuka lahan perkebunan. Pihaknya berkomitmen meningkatkan sosialisasi guna mengubah pola tersebut.
Di sisi lain, Camat Jemaja Mudahir menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kapolres dan akan memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk menerbitkan imbauan serentak di tingkat desa.
Perwakilan kepala desa, Kades Bukit Padi Lukman, menambahkan bahwa wilayahnya termasuk rawan karhutla karena kondisi tanah gambut serta faktor kelalaian dalam pembukaan lahan.
Kegiatan silaturahmi diakhiri dengan sesi foto bersama dan makan siang. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 14.55 WIB dalam keadaan aman dan lancar. (Alex)











