Kawal Hak Publik Atas Listrik, Ombudsman Kepri Koordinasi Kesiapan PLN Batam Jelang Nataru 2026
BATAM (Sempadanpos.com)– Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (Ombudsman Kepri) melakukan koordinasi langsung ke Kantor PLN Batam pada Jumat (19/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan hak masyarakat atas layanan kelistrikan yang andal dan stabil tetap terjaga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Rombongan Ombudsman Kepri dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr. Lagat Siadari, dan diterima oleh Direktur Utama PLN Batam Muhammad Irwansyah Putra bersama jajaran direksi.
Dalam pertemuan tersebut, Lagat menegaskan bahwa kelistrikan merupakan layanan publik vital dengan dampak luas bagi kehidupan masyarakat, khususnya pada momen besar seperti Nataru.
“Kedatangan kami adalah untuk menjalankan fungsi pengawasan. Kami tidak ingin ada ‘hadiah’ mati lampu di tengah perayaan Nataru. Kami juga ingin mengetahui secara detail kesiapan teknis, antisipasi cuaca, hingga skema darurat jika terjadi gangguan,” tegas Lagat.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi PLN Batam Dinda Alamsyah memaparkan bahwa selama periode Siaga Kelistrikan Nataru 2025–2026, yakni 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, sistem kelistrikan Batam berada dalam kondisi aman.
“Daya mampu pasok PLN Batam sebesar 844,2 MW dengan cadangan daya 79,2 MW. Sementara prediksi beban puncak tertinggi selama masa siaga mencapai 755,0 MW,” jelas Dinda.
Untuk memastikan keandalan layanan, PLN Batam menyiagakan 35 Posko Siaga dengan total 712 personel yang terdiri dari petugas pengatur beban, pembangkitan, transmisi, gardu induk, distribusi, SCADA dan proteksi, infrastruktur IT, humas, serta logistik. Posko-posko tersebut tersebar di seluruh wilayah operasional PT PLN Batam.
Selain itu, PLN Batam juga menyiapkan berbagai strategi operasi serta peralatan pendukung keandalan kelistrikan, serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Kepolisian dan Pemadam Kebakaran.
Dalam menghadapi potensi gangguan cuaca ekstrem, terutama petir yang kerap terjadi di Batam, PLN Batam terus meningkatkan sistem proteksi jaringan.
“Update cuaca kami lakukan setiap jam. Pada November 2025, kami juga menambah enam unit lightning arrester untuk memperkuat perlindungan transmisi dan distribusi,” ungkap Dinda.
Tak hanya dari sisi teknis, PLN Batam juga menambah satu posko khusus yang menangani keamanan siber (cyber security). Langkah ini bertujuan melindungi infrastruktur vital kelistrikan dari ancaman serangan siber yang berpotensi melumpuhkan pasokan listrik, menimbulkan kerugian finansial, hingga mengganggu kepercayaan publik.
Meski mengapresiasi kesiapan teknis tersebut, Ombudsman Kepri menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Dr. Lagat Siadari mengingatkan agar PLN Batam tidak hanya fokus pada kesiapan di lapangan, tetapi juga pada layanan pengaduan masyarakat.
“Petugas mungkin siap di lapangan, tetapi jika call center sulit dihubungi saat terjadi gangguan, itu merupakan kegagalan pelayanan publik. Layanan pengaduan harus diperkuat dan respon cepat menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak merasa terabaikan,” ujarnya.
Selain itu, Ombudsman Kepri juga meminta PLN Batam untuk secara masif mempublikasikan peta kerawanan dan informasi kesiapan posko siaga kepada masyarakat.
“Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana PLN siap melayani mereka. Publikasi yang transparan akan menciptakan rasa aman dan tenang. Kami di Ombudsman akan terus memantau kinerja PLN Batam selama masa siaga, mulai 18 Desember hingga 8 Januari mendatang,” tutup Lagat.(dwi)











