Kompetisi 10 Mata Lomba Meriahkan Lustrum IX SMK 3 Tanjungpinang
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – SMK 3 Tanjungpinang merayakan Lustrum IX dengan meriah melalui kompetisi 10 mata lomba yang diikuti oleh siswa SMP dari Tanjungpinang dan Bintan. Acara yang dibuka oleh Darson, sekretaris dinas pendidikan Kepulauan Riau, ini dihadiri oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah yang bersemangat untuk berkompetisi.
Menurut Darson, kompetisi ini adalah upaya untuk mencetak pelajar-pelajar handal yang siap terjun ke dunia kerja. Hal ini juga disampaikan oleh Rusli, seorang alumni SMK 3 yang merasa bangga dengan perkembangan sekolahnya, Selasa (5/3/24).
Kepala sekolah, Samsul Hadi, menjelaskan bahwa Lustrum IX ini sebenarnya sama dengan perayaan ulang tahun sekolah yang dirayakan setiap lima tahun sekali. Namun, kali ini adalah yang ke-IX dalam sejarah sekolah yang telah berusia 45 tahun.

Salah satu highlight dari acara ini adalah Lomba PBB yang cukup diminati oleh pengunjung. Peserta dari 9 sekolah tampil dengan berbagai kostum dan aksi yang memukau. Meskipun cuaca gerimis, semangat peserta tidak kendur.
Setiap peserta mendapat penilaian dari juri yang terdiri dari Kapten Sutarno, Koptu Taufik, dan Koptu Keris DS. Meskipun ada catatan untuk setiap tim, semangat dan kerja keras peserta tetap diapresiasi.
Acara ini menjadi bukti bahwa SMK 3 Tanjungpinang terus berkembang dan memberikan kesempatan kepada siswa-siswanya untuk berprestasi dalam berbagai bidang.
Mengebrak lapangan dengan aksi PBB
Dengan aksi PBB kembali lagi kerapian pasukan menjadi sorotan dewan juri. Penempatan pasukan yang kurang tepat, dengan yang berpostur tinggi ditempatkan di sebelah kanan yang seharusnya di kiri. Juri juga mengkritik bahwa Danton cenderung mengulang-ulang aba-aba dan banyak melakukan gerakan yang kurang sempurna.
Selanjutnya, tim dari MTSN Tanjungpinang, nomor urut 7, mendapat catatan bahwa beberapa gerakan tidak dilakukan dengan baik, dan ada anggota tim yang tertinggal. Ada lomba yang dijeda saat azan Zuhur.
Dilanjutkan dengan nomor urut 8 dari SMP Al Madina, peserta ini tampil dengan seragam yang mencolok dan berbeda dari peserta lainnya. Meskipun seragamnya, berupa jaket hitam dikombinasikan dengan warna putih dan atribut lainnya, menambah kesan mewah, namun sang Danton mendapat catatan dari juri karena melapor dengan posisi yang tidak lurus.
Danton seharusnya melapor dengan posisi yang lurus saat laporan miring. Ada gerakan ragu-ragu yang tidak dilakukan,” tambah sang juri.
Peserta terakhir dari SMP 7 (SPENJU) sempat berhenti sejenak karena sepatunya robek, dan dewan juri memberikan toleransi untuk peserta tersebut mendapatkan sepatu pengganti. Dengan kostum lengkap OSIS, tim ini memadukan dengan selendang hitam yang memberi kesan seperti pesulap. Meskipun menjadi peserta terakhir, tim ini tetap tampil percaya diri dan mendapat tepukan dari penonton dan dewan juri. Namun, Danton kembali mendapat catatan karena melewatkan aba-aba dan ada kostum yang tidak rapi.
Menurut Kopral (Mar) Taufik, kostum menjadi salah satu faktor penilaian. Durasi yang diberikan adalah 20 menit. Untuk pengumuman pemenang, tim juri akan merekap semua penilaian.
Pengumuman 10 pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 8 mendatang, sekaligus penutupan Lestrum IX. (Lanni)











