Muhammad Rapi Kembali Pimpin PWI Natuna, Masa Plt Berakhir Singkat
NATUNA (Sempadanpos.com) – Dinamika kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Natuna akhirnya menemui titik terang. Masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Natuna terbilang singkat setelah PWI Provinsi Kepulauan Riau, atas arahan PWI Pusat, resmi mencabut Surat Keputusan penunjukan Plt Ketua dan Plt Sekretaris.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi PWI Kepri tertanggal 30 Oktober 2025. Surat itu baru diterima oleh Muhammad Rapi pada Januari 2026, sekaligus menegaskan bahwa dirinya kembali menjabat sebagai Ketua PWI Natuna yang sah berdasarkan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Natuna tahun 2024.
Dengan terbitnya surat bernomor 47/PWI-KEPRI/X/2025 tersebut, seluruh kewenangan kepengurusan organisasi secara resmi dikembalikan kepada pengurus definitif. Pencabutan SK Plt ini juga menjadi jawaban atas polemik internal organisasi yang sempat mengemuka dan menjadi perhatian kalangan insan pers maupun publik di Natuna.
Dalam suratnya, PWI Kepri turut menyampaikan apresiasi kepada Plt Ketua dan Plt Sekretaris PWI Natuna atas kinerja dan pengabdian mereka selama menjalankan tugas, meskipun dalam waktu yang relatif singkat.
Usai menerima pengembalian mandat, Muhammad Rapi langsung melakukan langkah konsolidasi internal. Ia berencana segera menggelar pertemuan dengan seluruh pengurus PWI Natuna, serta menjalin koordinasi dengan organisasi pers lainnya seperti SMSI dan PJN. Konsolidasi ini juga diarahkan untuk mempersiapkan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) mendatang.
Di tengah dinamika dan suhu organisasi yang sempat memanas, Muhammad Rapi menegaskan komitmennya untuk mengedepankan persatuan dan harmonisasi. Saat dimintai keterangan pada Minggu malam (11/01/2026), ia menyatakan tidak ingin ada lagi perpecahan di tubuh organisasi.
“Mari kita kembali bersatu dan bersama-sama membangun Natuna ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Kembalinya Muhammad Rapi sebagai Ketua PWI Natuna diharapkan menjadi momentum rekonsiliasi internal, sekaligus memperkuat peran pers di Natuna, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan.
(Alex)











