Paslon Nomor 1, Rahma-Rizha Kampanye Kompak: Fokus pada Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan Karakter Anak
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)-Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma-Rizha, yang berada pada nomor urut 1, melakukan kampanye bersama di beberapa perumahan di sekitar Jalan Panglima Dompak, Kampung Sudep. Tempat yang dahulu sepi dan banyak ular, kini telah ramai dan berkembang pesat, Selasa malam (5/11/24).
Rahma mengenang pertama kali mengunjungi kawasan tersebut, saat ia baru diangkat menjadi Walikota pada September 2020, menggantikan Almarhum Walikota Syahrul yang wafat pada April 2020.
Rahma menuturkan bahwa masa awal kepemimpinannya sangat menantang, terlebih dengan adanya pandemi COVID-19. Meski begitu, pada tahun 2022, ia berhasil memaksimalkan pembangunan di Tanjungpinang, dengan fokus utama pada infrastruktur dan ekonomi. Salah satu proyek besar yang ia perjuangkan adalah perbaikan dan pengembangan Jalan Panglima Dompak, yang kini menjadi jalan alternatif menuju kantor Gubernur Kepulauan Riau. Menurutnya, kawasan yang sebelumnya dianggap kurang bernilai kini mengalami kenaikan harga tanah dan menjadi pusat berdirinya perumahan-perumahan baru.
Selain infrastruktur, Rizha Hafis, calon Wakil Walikota yang berlatar belakang ustad dan hafiz Al-Qur’an 30 juz, menekankan pentingnya pendidikan karakter dan akhlak anak-anak di Tanjungpinang. Dalam pidatonya, ia mengutip data terbaru dari RRI (Radio Republik Indonesia) yang menunjukkan tingginya angka pengajuan dispensasi nikah muda di Tanjungpinang, banyak di antaranya disebabkan oleh kehamilan di luar nikah. Menurut Rizha, ini menunjukkan adanya krisis moral yang perlu segera diatasi.
Rizha menyampaikan bahwa ia dan Rahma berkomitmen untuk memperkuat karakter anak-anak Tanjungpinang melalui pendidikan berbasis budaya dan nilai-nilai Melayu. Salah satu rencana mereka adalah mengembangkan modul pendidikan yang mengintegrasikan Gurindam 12 sebagai pelajaran muatan lokal di sekolah dasar dan menengah. “Dengan mempelajari Gurindam 12, anak-anak akan memahami pentingnya etika, tata krama, serta konsep Ketuhanan dan pergaulan yang baik,” ungkap Rizha.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan berbasis akhlak dan budaya Melayu ini diharapkan dapat membentuk generasi Tanjungpinang yang berakhlak mulia dan siap menyambut Indonesia Emas 2045 dengan SDM yang unggul. Rahma-Rizha berharap, dukungan dari masyarakat akan mengantarkan mereka untuk mewujudkan visi Tanjungpinang sebagai kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam nilai budaya dan karakter anak-anaknya.(dwi)











