Pelajar SMKN 1 Anambas Belajar Membatik dengan Pewarna Alami Mangrove
ANAMBAS (Sempadanpos.Com) – Sebanyak 30 pelajar SMK Negeri 1 Anambas mengikuti sosialisasi dan praktik membatik menggunakan pewarna alami berbahan mangrove di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang digelar Medco E&P Natuna Ltd tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas dan keterampilan generasi muda di wilayah pesisir.
Dalam pelatihan, para pelajar diperkenalkan dengan potensi tanaman mangrove yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami untuk batik. Selain memperoleh materi secara teori, peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik membatik menggunakan canting maupun cap.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Kelompok Batik Air Nangak dari Desa Teluk Siantan, yang merupakan kelompok binaan Medco E&P Natuna Ltd melalui program konservasi mangrove.
Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya diajak mengenal teknik membatik, tetapi juga memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove serta memanfaatkan potensi lingkungan secara ramah dan berkelanjutan.
Kepala SMK Negeri 1 Anambas, Joni Efriadi, mengapresiasi perhatian dan kontribusi Medco E&P Natuna Ltd yang secara berkelanjutan mendukung dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Medco E&P yang terus hadir di sekolah-sekolah kami. Kami sangat berharap program ini terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini saja,” ujar Joni.
Menurutnya, keterampilan membatik dengan memanfaatkan pewarna alami mangrove memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut di lingkungan sekolah.
“Harapan kami ke depan, keterampilan batik dengan pewarna mangrove ini bisa dikembangkan dan dijadikan mata pelajaran muatan lokal atau kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Anambas,” tambahnya.
Sementara itu, Senior Manager Communication Medco E&P Natuna Ltd, Leony Lervyn, mengatakan pelestarian lingkungan dan pengembangan kearifan lokal merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan.
Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah daerah, sekolah hingga kelompok masyarakat.
“Kami mengapresiasi pihak SMK Negeri 1 Anambas, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, serta Kelompok Batik Air Nangak yang bersama-sama mendukung kegiatan ini,” kata Leony.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal, mencintai dan bangga terhadap potensi kearifan lokal sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di daerahnya.
“Kami berharap pelatihan membatik dengan pewarna alami mangrove ini dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenal, mencintai, dan bangga terhadap potensi kearifan lokal serta pelestarian lingkungan daerahnya,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi program konservasi mangrove Medco E&P Natuna Ltd, Kelompok Batik Air Nangak dan pihak sekolah, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan sesaat.
Keterampilan yang diperoleh para pelajar diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pembelajaran di sekolah maupun kegiatan kreatif lainnya.
Selain meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir, pemanfaatan pewarna alami mangrove untuk batik juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat pelestarian kearifan lokal di Kabupaten Kepulauan Anambas.
(Alex)










