Pemko Tanjungpinang Ajukan Pinjaman Rp150 Miliar, Pembangunan Kolam Retensi Bebankan APBD

TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)– Pemerintah Kota Tanjungpinang tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pembiayaan pembangunan daerah melalui rencana pengajuan pinjaman sebesar Rp150 miliar kepada pihak perbankan.

 

Dari total pinjaman tersebut, sekitar Rp30 miliar akan dialokasikan sebagai jaminan kas daerah, sementara Rp120 miliar difokuskan untuk mendukung program pembangunan prioritas yang saat ini menjadi perhatian pemerintah kota. Perhitungan teknis mengenai pinjaman sedang dilakukan oleh sekretariat daerah bersama perangkat daerah terkait untuk memastikan keberlanjutan fiskal dan kemampuan daerah dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

 

Salah satu proyek pembangunan yang menjadi fokus utama adalah Kolam Retensi Yudowinangun. Menurut Wali Kota Lis, proyek tersebut direncanakan akan dibiayai melalui pinjaman bank, kemungkinan melalui fasilitas pembiayaan dari BRK Syariah, sehingga pelaksanaannya akan menjadi beban APBD seperti di lansir dari salah satu media lokal.

 

Hal ini berbeda dengan periode sebelumnya, ketika dua kolam retensi — Sei Jang dan Purwodadi — dibangun oleh eks Wali Kota Rahma, S.IP dengan menggunakan anggaran APBN setelah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Proyek tersebut dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Kementerian PUPR, dengan total anggaran sekitar Rp38 miliar untuk polder Sri Katon dan Rp18 miliar untuk polder Sei Jang.

 

Pembangunan kolam retensi di Jalan Sri Katon, Batu 12, serta di Sungai Jang merupakan upaya penanganan banjir yang diinisiasi pada masa pemerintahan Wali Kota Rahma, tanpa menggunakan APBD. Kolam retensi (atau polder) berfungsi sebagai fasilitas penampungan dan resapan air untuk mengendalikan limpasan air hujan dan mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar Jalan Sri Katon, Jalan Nusantara Km 12, dan Jalan Pemuda. Lahan pembangunan berasal dari hibah masyarakat, sementara lokasi Sri Katon merupakan lahan milik Pemko Tanjungpinang.

 

Menurut Rahma, kolam retensi dibangun untuk menggantikan fungsi lahan resapan yang sudah tidak maksimal akibat perubahan tata ruang dan berbagai faktor lainnya. Ia menjelaskan bahwa kolam tersebut menampung air hujan secara langsung sekaligus menjadi tempat resapan bagi aliran air dari sistem drainase, sehingga mampu meminimalisir terjadinya banjir di kawasan sekitar.

 

“Semoga dengan adanya kolam retensi ini dapat meminimalisir terjadinya banjir khususnya untuk daerah yang terdekat dari kolam ini. Semoga proses pengerjaannya lancar dan tanpa halangan apa pun,” ujar Rahma, Kamis (20/11/25).

 

Rahma juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilik lahan yang telah menghibahkan tanah mereka demi pembangunan fasilitas pengendali banjir tersebut.

 

“Semoga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas dan mengalir pahala dari Allah SWT,” tambahnya.(dwi)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights