Polemik Limbah B3 Tanjung Uban Berlarut, Perpat Nilai Pertamina Lamban Realisasikan Kesepakatan
BINTAN (Sempadanpos.com) – Polemik limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan Pertamina Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, hingga kini belum menemukan titik terang. Persatuan Pemuda Tempatan Bintan Utara (Perpat) menilai pihak Pertamina lamban dalam menindaklanjuti hasil kesepakatan yang telah dibuat bersama masyarakat, Senin (12/4/26).
Ketua Perpat Bintan Utara, Darsono, mengungkapkan bahwa pertemuan yang digelar pada 23 Oktober 2025 di fasilitas Pertamina Tanjung Uban hingga saat ini belum menunjukkan realisasi nyata.
“Kami sudah melakukan pertemuan yang diadakan di Pertamina pada 23 Oktober 2025, tetapi sampai saat ini hasil kesepakatan itu belum ada realisasinya. Kami merasa disepelekan. Janji-janji yang disepakati seolah hilang dibawa angin,” ujar Darsono dalam keterangannya.
Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari protes masyarakat terkait persoalan limbah B3 yang dinilai tidak kunjung ditangani secara tuntas. Namun, hingga kini belum ada kejelasan maupun informasi resmi dari pihak Pertamina.
“Pertemuan itu merupakan hasil dari desakan masyarakat. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan soal realisasinya,” tambahnya.
Perpat juga mendesak instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan, untuk segera turun tangan dan menindaklanjuti persoalan tersebut agar tidak memicu polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kami berharap DLH segera mengambil langkah konkret. Sudah hampir setengah tahun belum ada respons. Jangan sampai ini memicu konflik di masyarakat,” tegas Darsono.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, salah seorang staf Pertamina, Rohman, menyatakan belum mengetahui secara rinci terkait persoalan limbah yang dimaksud. Ia juga menyebut bahwa sejauh yang diketahuinya, permasalahan tersebut telah selesai dari sisi perizinan dan dokumentasi.
“Secara detail saya memang kurang paham terkait masalah limbah di Sagara. Setahu saya sudah clear, baik dari sisi perizinan maupun dokumentasinya,” ujarnya singkat.
Perpat Bintan Utara berharap Pertamina dapat memberikan penjelasan yang transparan kepada publik serta segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan limbah B3 tersebut.
“Kami tidak ingin masalah ini terus berlarut-larut. Kami berharap Pertamina bertanggung jawab dan segera menyelesaikan persoalan ini,” tutup Darsono.(red)











