Inovasi Baru: CPNS Rutan Tanjungpinang Perkenalkan ID Card untuk Tamping, Tingkatkan Keamanan dan Pengawasan

TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com) – Kreativitas dan inovasi terus digalakkan di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang. Salah satu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Ilham Romadhon, memperkenalkan rancangan aktualisasi berupa penerapan ID Card khusus untuk tenaga pendamping (tamping). Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan, pengawasan, dan pengelolaan data di Rutan.

Dalam rancangannya, ID Card ini dirancang untuk mengidentifikasi status dan informasi penting tamping, seperti identitas, masa hukuman, serta kategori pengawasan. Kartu ini juga dilengkapi dengan kode warna yang menunjukkan masa pidana yang telah dijalani oleh tamping—sepertiga, setengah, atau dua pertiga dari total hukuman.

“Rancangan ini bertujuan meningkatkan keamanan, mempermudah pengawasan, menciptakan administrasi yang lebih terorganisir, serta mencegah penipuan atau penyalahgunaan identitas,” ujar Ilham. Ia juga menjelaskan bahwa kartu ini memiliki fitur QR barcode yang mengarah pada data penting dan hanya dapat diakses dengan izin khusus untuk menjaga kerahasiaan data para tamping.

Rancangan ini merupakan bagian dari aktualisasi dalam Latihan Dasar (Latsar) CPNS yang diadakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Kepulauan Riau. Program tersebut bertujuan mencetak CPNS yang profesional dan berintegritas dalam melaksanakan tugas.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Yongki Yastinanda, yang juga bertindak sebagai mentor Ilham, mengapresiasi inovasi tersebut. “Kartu tanda pengenal tenaga pendamping ini sangat bermanfaat dalam pengawasan. Dengan ini, tidak ada lagi yang bisa mengaku-ngaku sebagai tamping karena setiap orang memiliki ID Card yang spesifik sesuai masa pidananya,” jelas Yongki.

Ia menambahkan bahwa fitur barcode pada ID Card memungkinkan petugas untuk memverifikasi keabsahan status tamping berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang telah disetujui oleh sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap pembaruan sistem pemasyarakatan yang lebih modern, aman, dan terorganisir di Rutan Kelas I Tanjungpinang.(dwi)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights