Bahkan, di sejumlah wilayah hujan turun dengan intensitas lebat disertai petir atau kilat serta angin kencang, meski bersifat lokal, Jumat (8/5/26).
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Hayu Nur Mahron mengatakan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi suhu muka laut di sekitar Pulau Bintan yang cukup hangat, berkisar antara 30 hingga 31 derajat Celsius dengan anomali positif 0,5 hingga 1,5 derajat.
“Kondisi ini meningkatkan kandungan uap air di atmosfer sehingga mendukung pembentukan awan hujan, khususnya awan konvektif,” ujar Hayu, Kamis (7/5/2026).
Selain itu, kecepatan angin pada lapisan sekitar 3.000 kaki cenderung lemah serta adanya pola pertemuan angin atau konvergensi di sekitar wilayah Barat Kalimantan menyebabkan perlambatan massa udara di wilayah Pulau Bintan.
Menurutnya, kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan disertai petir dan angin kencang.
BMKG juga mencatat aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Ekuatorial Kelvin saat ini aktif secara spasial di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya.
“Fenomena itu diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan dalam beberapa hari mendatang,” ungkapnya.
Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini, cuaca di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya dalam tiga hari ke depan diprakirakan masih didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal.
Potensi hujan ringan hingga sedang juga masih berpeluang terjadi dan pada kondisi tertentu dapat berintensitas lebat, terutama pada pagi hingga sore hari serta pada waktu tertentu terjadi pada dini hari dengan sifat lokal.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
“Kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” terang Hayu.
Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman resmi BMKG dan kanal informasi cuaca resmi lainnya.(dwi)