Kapolda Kepri dan Gubernur Ansar Ahmad Tinjau Pelabuhan di Batam, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026
BATAM (Sempadanpos.com) – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., bersama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis keberangkatan arus mudik di wilayah Kota Batam, Sabtu (14/3/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, aspek keselamatan pelayaran, serta kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Danrem 033/Wira Pratama, Dankoarmada RI Kawasan Barat, Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Wakapolresta Barelang, BPTD Kelas II Provinsi Kepulauan Riau, KSOP Batam, Direktur ASDP Roro Punggur, serta unsur Forkopimda Provinsi Kepri dan Forkopimda Kota Batam.
Adapun rangkaian peninjauan dilakukan di tiga lokasi utama yang menjadi simpul kepadatan penumpang, yakni Pelabuhan Pelni (Bintang 99) Batu Ampar, Pelabuhan HarbourBay, dan Pelabuhan Roro Punggur. Di setiap lokasi, rombongan meninjau langsung kesiapan armada kapal, sistem antrean tiket, hingga fasilitas penunjang bagi para pemudik yang menunggu jadwal keberangkatan.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan di Pelabuhan Batu Ampar, kapal dengan kapasitas sekitar 2.600 penumpang saat ini terisi kurang lebih 2.500 penumpang sehingga masih berada dalam batas kapasitas yang aman.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengecekan langsung bersama kapten dan kru kapal untuk memastikan kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, serta kualitas pelayanan kepada para penumpang, mengingat intensitas pelayaran diperkirakan akan terus meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain Batu Ampar, rombongan juga melakukan pemantauan di Pelabuhan HarbourBay dan Pelabuhan Roro Punggur guna melihat secara langsung kondisi keberangkatan dan kedatangan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Berdasarkan pemantauan di lapangan, masih ada masyarakat yang menunggu jadwal keberangkatan. Namun seluruh penjualan tiket saat ini telah dilakukan secara online untuk mencegah praktik percaloan. Ketersediaan armada kapal juga masih mencukupi untuk melayani kebutuhan penumpang,” jelas Ansar Ahmad.
Pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder juga telah berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan praktik percaloan tiket. Pihak KSOP dan ASDP bahkan menyiapkan langkah antisipatif berupa rencana penambahan armada kapal guna mengakomodir lonjakan jumlah penumpang.
Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang tahun ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan saat ini diperkirakan telah memasuki salah satu puncak arus mudik di wilayah Batam.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan pihaknya telah memerintahkan subsatgas penegakan hukum untuk menelusuri informasi terkait dugaan praktik percaloan tiket yang berpotensi merugikan masyarakat.
Kapolda juga telah berkoordinasi dengan pihak ASDP, KSOP, serta operator kapal Pelni di Batu Ampar untuk melakukan pengawasan secara ketat di seluruh area pelabuhan.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang menawarkan tiket secara ilegal. Menurutnya, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama sehingga jumlah penumpang dalam setiap perjalanan kapal telah dibatasi sesuai standar keselamatan pelayaran.
Selain itu, pihak ASDP juga telah menyiapkan tambahan armada kapal guna mengakomodir masyarakat yang belum mendapatkan tiket perjalanan, sehingga seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik tanpa harus bergantung pada praktik percaloan.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian agar menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat memberikan laporan atau aduan melalui layanan Barcode Pengaduan Propam yang tersedia di setiap pos pelayanan maupun kantor polisi jajaran Polda Kepri guna memastikan pelayanan anggota di lapangan berjalan profesional.
“Bagi masyarakat yang khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga di rumah saat mudik, dipersilakan untuk menitipkannya di kantor polisi terdekat, baik di Polsek maupun Polres. Layanan penitipan ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya sebagai wujud kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman selama merayakan Idul Fitri,” tutupnya. (dwi)











