Mengenang Sang Guru Pers, Robbyn Simanungkalit: “Nama Pak Akmal Attatrick Masih Melekat di Hati”
TANJUNGPINANG (Sempadanpos.com)– Rasa hormat dan apresiasi mendalam disampaikan wartawan senior Robbyn Simanungkalit terhadap karya tulis dan perjalanan panjang dunia pers yang pernah dibangun bersama sosok senior pers, Akmal Attatrick.
Bagi Robbyn, sosok Akmal Attatrick bukan sekadar pemimpin organisasi kewartawanan, tetapi juga guru yang membentuk karakter, integritas, dan semangat pengabdian seorang wartawan sejati.
“Saya sebagai senior sangat mengapresiasi karya tulis ini. Kata demi kata dan kalimat demi kalimat membuat saya terpaku, merenung mundur selangkah mengenang masa lalu kala itu. Saya kerap bersama sang guru, Pak Ketua Akmal Attatrick,” ungkap Robbyn penuh haru.
Ia mengaku banyak nilai kehidupan dan filosofi jurnalistik yang diperoleh dari sang guru. Menurutnya, perjalanan menjadi wartawan profesional tidaklah mudah, terlebih pada era 1990-an ketika syarat administrasi dan proses seleksi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) begitu ketat.
Robbyn mengenang, secarik surat bertinta hitam yang ditandatangani Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Kepulauan Riau kala itu menjadi dokumen sangat berharga dalam hidupnya. Surat tersebut menjadi rekomendasi utama untuk mengikuti tes PWI di Pekanbaru pada tahun 1995.
“Surat sakti itu sangat berarti bagi saya. Tanpa persetujuan dari sang guru, tentu saya tidak akan bisa melangkah mengikuti tes PWI di Pekanbaru kala itu,” kenangnya.
Dari perjalanan tersebut, Robbyn mengaku ditempa menjadi wartawan yang menjunjung tinggi martabat profesi, kualitas karya, integritas, sinergi, dan kolaborasi.
Nilai-nilai itu, menurutnya, terus melekat hingga kini dan menjadi prinsip hidup dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Jadilah manusia baru wartawan. Dunia butuh berita, namun dunia juga butuh kepedulian dan ketulusan hati,” ujar Robbyn mengutip pesan yang selalu diingatnya dari sang guru.
Ia juga mengenang beratnya proses menjadi anggota PWI pada masa itu. Salah satu syarat yang harus dipenuhi ialah Surat Keterangan Bersih Diri (SKBD) dari Koramil setempat setelah mengantongi Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKBB).
Meski penuh tantangan, perjuangan tersebut justru membentuk mental dan tanggung jawab moral seorang wartawan dalam menjaga marwah profesi.
“Filosofi karya Bang Akmal sangat mengudara. Itu yang membuat saya optimistis dan selalu cinta PWI selagi hayat masih dikandung badan,” tutup Robbyn Simanungkalit.
By : Redaksi










